alexametrics

DKI Bagikan Daging Kurban Olahan Chef Hotel kepada Warga Kurang Mampu

loading...
DKI Bagikan Daging Kurban Olahan Chef Hotel kepada Warga Kurang Mampu
Pemprov DKI membagikan daging kurban olahan chef hotel bintang 5 kepada warga kurang mampu di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (12/8/2019). Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membagikan daging kurban olahan chef hotel bintang 5 kepada warga kurang mampu di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (12/8/2019). Sebanyak 300 paket daging siap santap dibagikan di dua RW, yakni RW 07 dan RW 08.

Pembangian daging kurban olahan ini dilakukan sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H/2019. Adapun tema kegiatan ini ialah "Menebar Keberkahan dan Membahagiakan Sesama" yang merupakan bentuk kepedulian Pemprov DKI Jakarta dalam menyajikan hidangan daging olahan bergizi siap santap yang dikhususkan bagi masyarakat di perkampungan kumuh.

"Makanan didistribusikan di RW 7 dan 8 yang memiliki 13 dan 14 RT. Sedangkan total paket bantuan hanya ada 300 boks. Jadi satu RT kami hanya bisa berikan 10 sampai 12 paket saja," ungkap Nurmasita, Kasie Kesra Kelurahan Kampung Melayu saat ditemui di Kantor Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (12/8/2019). (Baca juga: Anies Baswedan Tinjau Daging Kurban Siap Saji di Hotel Borobudur)

Namun demikian, tak semua warga mendapatkan paket nasi boks berisi daging olahan, sambal goreng kentang, sayuran tumis, beserta nasi itu. Penerima paket didasarkan pada basis data terpadu (BDT) yang diperoleh pihaknya melalui basis data milik Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019. Data tersebut kemudian dimuktahirkan dan diverifikasi.



"Jadi ada kriterianya bagi mereka yang berhak menerima bantuan. Pertama tidak boleh rumahnya alas keramik. Kemudian, bangunannya tidak pakai batu bata. Lalu tidak punya sepeda motor, dan penghasilannya di bawah UMR.

"Biasanya memang rumah sendiri tapi luasannya kecil. Kemudian status perkawinannya juga dilihat, apakah dia janda atau tidak," tuturnya. (Baca juga: Idul Adha, Anies: Izinkan Warga Kurang Mampu Menikmati Masakan ala Hotel)

Nurmasita menggaris bawahi bahwa informasi mengenai yang berhak mendapatkan olahan daging siap santap ini baru dilakukan saat proses pemberian bantuan. Maka itu. warga yang tak mendapatkan olahan daging siap santap pun iri.

"Namanya protes ada saja. Tapi kami kembalikan lagi kepada data dari BDT tadi. Saat itu juga kami berikan namanya sesuai listnya. Kami sampaikan kepada mereka ini terbatas. Yang sesuai dengan yang ada di list, jadi kami tak bisa memberikan kalau tidak ada di list," paparnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak