alexametrics

Uji Coba Ganjil Genap, Pengendara: Jalan Tikus Pasti Lebih Macet

loading...
Uji Coba Ganjil Genap, Pengendara: Jalan Tikus Pasti Lebih Macet
Uji coba perluasan ganjil genap di Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) akan terus melakukan sosialisasi ganjil genap di wilayahnya hingga aturan itu ditetapkan. Bahkan, Sudinhub Jaksel telah membagikan brosur kepengguna jalan ditiap lampu merah di sepanjang Jalan RS Fatmawati.

"Masyarakat sepertinya memang sudah mengetahuinya. Sosialisai ini akan kita terus laksanakan hingga kebijakan itu mulai diberlakukan," tegas Kasudinhub Jakarta Selatan Christianto di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Selama pelaksanaan sosialisai ini, kata dia, pemasangan spanduk juga dilaksanakan dibeberpa titik yang dinilai strategis. Seperti perempatan dan juga lampu merah, kata dia, yang ada di jalan yang terkena imbas kebijakan tersebut.



Tidak hanya itu, selama sosialisasi ini pihaknya juga menyiagakan 125 personel setiap harinya selama sosialisasi. "Kami tempatkan di 26 titik, dimana lokasi ini adalah titik masuk ke lokasi kebijakan ini," tuturnya.

Menurutnya, selama kegiatan ini pihaknya akan fokus untuk memberikan informasi kepada masyarakat. (Baca juga: Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap, Polisi Bagi-bagi Pamflet)

Sementara itu, Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan, pihaknya juga turut dalam melaksanakan sosialsiasi untuk pelaksanaan kebijakan di ibu kota.

"Sudah ada perintah kepada seluruh Kasatwil Lantas di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya terutama yang terkena imbas dari perluasan kebijakan ganjil genap," katanya.

Selama sosialisasi ini pihaknya hanya memberikan teguran belum ada penindakan tilang. Namun setelah tanggal 9 September mendatang pihaknya akan segera melaksanakan penindakan berupa tilang. "Kita berharap kebijakan ini juga mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta," tukasnya.

Menurutya, lokasi perluasan kebijakan itu dilakukan di wilayah yang memang sudah memliki kepadatan lalu lintas yang cukup parah.

Sementara, salah satu pengendara Rizki mengakui dengan adanya kebijakan ini membuatnya tidak bebas bergerak. Karena, dirinya harus mencari jalan-jalan tikus yang pastinya akan lebih padat dari jalan yang biasanya.

"Jalan-jalan tikus pasti lebih macet, karena pengendara banyak yang akan menggunkan jalan-jalan itu buat hindarin gajil genap," pungkasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak