alexametrics

BNN: Napi Lapas Cirebon Kendalikan Peredaran Narkoba di Indonesia

loading...
BNN: Napi Lapas Cirebon Kendalikan Peredaran Narkoba di Indonesia
Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut napi Lapas Cirebon kerap mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap dan manangkap enam kurir yang menyimpan ganja 240 kilogram di Jalan Batu Tumbuh 7, Kelurahan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 8 Agustus 2019.

Namun upaya BNN untuk memberantas peredaran narkoba seolah tak berarti. Pasalnya pengungkapan kasus 240 kilogram ganja dilakukan oleh narapidana dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Cirebon.

Terkait hal itu, Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengaku kecewa berat kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS).



"Kasus yang kemarin merupakan yang kedua, sebelumnya pada 30 Januari lalu kita ungkap 1,5 ton ganja. Itu masih pengendali yang sama, dan kembali terjadi," katanya, Jumat (9/8/2019).

Atas kejadian itu, jenderal bintang dua ini menilai tak ada keseriusan dari Ditjen PAS untuk ikut memberantas narkotika. Pasalnya, pengungkapan ini hanya berselang beberapa bulan.

"Masih sama pemesannya, narapidana dari Lapas Cirebon. Harusnya kan si napi dapat pengawasan ketat," ungkapnya.

Arman juga menyesalkan upaya pemberantasan narkotika tak mendapat dukungan dari Ditjen PAS. Terlebih, selama ini tak ada satupun petinggi lapas maupun sipir yang mendapat sanksi meski pelanggaran itu kerap kali dijumpai.

Selama ini, kata Arman, baik BNN, Polri, TNI hingga Bea Cukai bertaruh nyawa untuk memberantas narkotika. Namun, di dalam jeruji besi para pengendali masih dengan mudahnya mengorder ratusan kilogram ganja maupun sabu untuk di pasok ke Indonesia.

"Apalagi kita tahu saat ini, hampir 90% narkoba yang masuk ke Indonesia semua dikendalikan napi dari dalam lapas," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 240 kilogram ganja berhasil ditemukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam tabung las, dan tabung kompresor.

Barang haram yang dikirim dari Aceh itu pun dikendalikan oleh seorang narapidana dari Lapas Cirebon. Dalam peristiwa itu, petugas juga mengamankan enam pelaku yang merupakan kurir.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak