alexametrics

UT Sempurnakan Pembelajaran untuk Hadapi Revolusi 4.0

loading...
UT Sempurnakan Pembelajaran untuk Hadapi Revolusi 4.0
Upacara penyerahan ijazah UT Serang diikuti oleh 474 wisudawan UT Serang di Gedung UTCC Pondok Cabe, Tangsel.Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) mewisuda sebanyak 474 wisudawan UT Serang di Gedung UTCC Pondok Cabe, Tangsel. Sebagai pionir kampus di Indonesia dengan pembelajaran jarak jauh dan terbuka UT akan menyempurnakan pelajaran dengan dinamika Revolusi Industri 4.0 dan kebutuhan keterampilan di masa mendatang.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UT, Mohamad Yunus mengatakan, saat ini kampus atau dunia pendidikan memang harus sejalan dengan dinamika revolusi industri. Disisi lain juga harus menyiapkan lulusan untuk menghadapi potensi yang akan terjadi 10 tahun yang akan datang.

''Kita tidak ingin lulusan UT adalah lulusan masa lalu. Jadi kita perbaiki dan sempurnakan semua prodi dengan mengakomodasi dinamika yang terjadi saat ini yakni Revolusi Industri 4.0 dan potensi 10 tahun mendatang,'' kata Yunus usai Upacara Penyerahan Ijazah UT Serang diikuti oleh 474 wisudawan UT Serang di Gedung UTCC Pondok Cabe, Tangsel.



Yunus menjelaskan, evaluasi dari pembelajaran ini adalah demi meningkatkan kompetensi para lulusannya. Penyempurnaan pelajaran ini akan berlaku pada 2021 dimana semua mahasiswa akan mendapatkan tambahan pembelajaran seperti misalnya bagi mahasiswa ilmu pemerintahan dia nanti akan dapat konsentrasi keilmuan tentang E-goverment sekitar 12 satuan kredit semester (SKS).

Lalu bagi mahasiswa prodi marketing akan ada konsentrasi keahlian E-marketing ataupun prodi akuntansi ada tambahan ilmu tentang E-Commerce.
Dia melanjutkan, selain untuk meningkatkan nilai jual mahasiswa karena mereka akan mendapatkan kecakapan tambahan khusus yang unik dari setiap prodi.
''Kita ingin mengakomodasi dinamika pekerjaan dilapangan. Sebab pendidikan bukan untuk kepentingan masa lalu tapi masa depan,'' jelasnya. Yunus menuturkan, UT yang sudah terakreditasi dunia ini memiliki visi menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh berkualitas dunia.

UT pun bersinergi dengan kampus dengan sistem pendidikan jarak jauh lainnya di Asia untuk penguatan kapasitas dan kualitas layanan. Selain itu juga bersama dengan universitas terbuka lainnya di Asia UT juga akan terus mengembangkan berbagai inovasi seperti pengembangan akreditasi untuk universitas terbuka di Asia. Selain itu juga untuk mengembangkan program magister bersama.

Pada kesempatan sama, Direktur UT Serang Maman Rumanta mengatakan, total mahasiswa UT Serang ada sebanyak 13.000. Namun, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mendukung APK perguruan tinggi.

Dalam hal ini, UT Serang menargetkan untuk dapat mencapai 25.000 mahasiswa. Maman juga menyebutkan, jumlah mahasiswa UT Serang saat ini didominasi oleh mahasiswa keguruan. Sedangkan untuk prodi lain, animo masyarakat masih rendah. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah UT Serang untuk meningkatkan jumlah mahasiswa.

“Saat ini UT Serang telah bekerja sama dengan sejumlah pihak baik itu Pemda maupun Kementerian/ Lembaga lain untuk membantu mempersiapkan SDM berdaya saing. Jadi UT Serang akan terus meningkatkan jumlah mahasiswa UT,”ujarnya.

Sebelumnya UT dan Universitas Indonesia (UI) telah berkolaborasi meluncurkan program pelatihan jarak jauh bersertifikat. Direktur Program Vokasi UI Sigit P Hadiwardoyo menjelaskan, penyelenggaraan pelatihan jarak jauh bersertifikat ini upaya merespons tuntutan teknologi informasi yang melaju dengan cepat dan pasti sehingga mendorong percepatan perubahan khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan.

Sigit menjelaskan program pelatihan jarak jauh bersertifikat ini akan dapat diikuti peserta tanpa dibatasi waktu dan tempat karena peseta pelatihan dapat mengikuti kegiatan mandiri dimana saja dan dapat mengikuti ujian kompetensi tanpa harus terkendala oleh waktu dan tempat.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak