alexametrics

Wakapolresta Depok: Hasil Olah TKP di Polsek Cimanggis Masih Didalami

loading...
Wakapolresta Depok: Hasil Olah TKP di Polsek Cimanggis Masih Didalami
Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana. Foto: dok/SINDOnews/Ratna Purnama
A+ A-
DEPOK - Pasca peristiwa penembakan Bripka Rahmat Effendi, situasi di Polsek Cimanggis, Kota Depok berjalan normal. Pelayanan publik di Polsek sudah seperti biasa sejak kemarin.

"Kalau sekarang sudah biasa lagi. Semua normal," kata Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana kepada wartawan, Sabtu (27/7/2019).

Untuk mendalami kasus, penyidik sudah melakukan olah TKP yang dilakukan oleh tim gabungan dari inafis Polda Metro Jaya dan Polresta Depok.



Olah TKP dilakukan tak lama pasca kejadian tersebut. "Olah TKP sudah kita lakukan. Ada dari inafis dan dari kita (Polres) juga ikut," tukasnya.

Namun pihaknya tidak dapat menjelaskan detail hasil olah TKP. Karena sampai saat ini kasusnya masih terus didalami. (Baca: Anggota Polisi Tewas Diberondong Tembakan di Polsek Cimanggis)

Sebelumnya diberitakan, sorang anggota Samsat Polda Metro Jaya tewas mengenaskan setelah diberondong tembakan sebanyak 7 kali yang diduga dilakukan oleh rekannya sesama polisi di ruangan SPK Polsek Cimanggis, Kota Depok, pada Kamis 25 Juli 2019 malam.

Menurut saksi mata, Ipda Adhi Bowo Saputro, kejadian ini bermula saat korban Bripka Rachmat Effendi mengamankan seorang pelaku tawuran, FZ, ke Polsek Cimanggis dengan barang bukti berupa celurit.

Tidak lama kemudian, datang orang tua pelaku bersama Brigadir Rangga Tianto yang kemudian meminta agar FZ dilepas dan dibina oleh orang tuanya. Namun korban Bripka RE menolak permintaan itu.

Lantaran nada jawaban korban agak keras, sehingga membuat pelaku Brigadir RT emosi. Karena tidak terima, ia kemudian pergi ke ruang sebelah dan mengambil senjata api jenis HS 9 dan langsung menembakkannya ke arah Bripka Rachmat sebanyak tujuh kali.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak