alexametrics

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Bangun Enam Danau Buatan

loading...
Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Bangun Enam Danau Buatan
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera membangun enam danau buatan di wilayahnya dalam waktu dekat ini. Rencana pembangunan danau buatan itu dilakukan untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah bencana kekeringan yang kerap melanda wilayahnya setiap tahun.

”Danau buatan itu segera kita bangun untuk mengatasi masalah kekeringan yang melanda beberapa wilayah Bekasi,” ungkap Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir pada Minggu (21/7/2019).

Nur mengatakan, danau buatan ini ditarget sudah digunakan pada akhir tahun ini. Dari enam lokasi pembangunan danau buatan itu empat di antaranya berlokasi di Kecamatan Cibarusah, sementara dua sisanya akan dibangun di Kecamatan Bojongmangu.



Dua wilayah ini dipilih lantaran menjadi wilayah langganan kekeringan setiap tahunya dan kerap dikeluhkan masyarakat selatan Bekasi. Chaidir menjelaskan danau buatan yang nantinya dibangun akan disiapkan untuk menampung air hujan yang digunakan saat musim kemarau untuk tujuan irigasi pertanian dan kebutuhan lainya warga.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi rumah tangga di wilayah rawan kekeringan, Pemkab akan membangun sumur bor di 120 titik. Sementara anggaran pembangunan danau buatan dan sumur bor ini bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi 2019 dengan total pagu anggaran sebesar Rp20 miliar.

Saat ini, lanjut dia, sebelum mengebor terlebih dahulu melakukan penelitian teknik geolistrik karena pembangunan sumur bor tidak bisa dilakukan secara sembarangan.”Jadi tidak semua tempat bisa kita bangun. Karena kita harus melihat ketersediaan air tanahnya terlebih dahulu, agar tidak dibangun sia-sia,” ujarnya.

Sementara untuk mengantisipasi ketersediaan air tanah, keberadaan sumur bor bisa disupport dari PDAM Tirta Bhagasasi karena saat ini perusahaan daerah itu sedang membangun jaringan pipa ke Cibarusah dan Bojongmangu. Jaringan pipa yang sedang dipasang diyakini dapat mengatasi krisis air bersih bagi warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya mengatakan, kekeringan yang melanda wilayah Bekasi akan berlangsung selama tiga bulan mendatang.”Setelah kami kordinasi dengan BMKG, kekeringan bakal terjadi beberapa bulan kedepan,” katanya.

Menurutnya, tiga desa di Kecamatan Cibarusah sudah dilanda kekeringan sejak dua bulan terakhir. Hal ini dipicu minimnya curah hujan di wilayah setempat, sehingga berdampak pada menyusutnya pasokan air tanah.

"Saat ini bantuan air bersih sudah kita lakukan setiap harinya, dan pemerintah sedang mengupayakan program pembuatan danau,” katanya. Adeng menerangkan, terdapat empat kecamatan berpotensi kekeringan di antaranya, Kecamatan Cikarang Selatan yang terdiri dari Desa Ciantra dan Desa Serang; Kecamatan Serang Baru (Desa Sirnajaya, Cilangkara, Nagacipta, Nagasari, dan Sukasari).

Kemudian di Kecamatan Bojongmangu Desa Karang Indah, Karang Mulya dan Medal Krisna); Kecamatan Cikarang Pusat yang terdiri dari Desa Pasirranji, Cicau, Sukamahi, dan Jayamukti.

"Harapan kami kekeringan ini tidak meluas kewilayah lainya, seperi wilayah Utara Bekasi semisal Kecamatan Babelan hingga Muaragembong, antisipasi juga sudah kami lakukan dengan memantau semua wilayah Bekasi,” ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak