alexametrics

Lemkapi Sebut Penerapan ETLE Bagian dari Inovasi Program Promoter

loading...
Lemkapi Sebut Penerapan ETLE Bagian dari Inovasi Program Promoter
Petugas Dirlantas Polda Metro Jaya sedang memantau pelanggar lalu lintas melalui kamera ETLE. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcemen (ETLE) di Jakarta adalah bagian dari inovasi penegakan hukum yang modern sesuai program Promoter.

Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan mengatakan, banyak masyarakat yang mengapresiasi program ETLE. Tapi ada juga yang bingung melihat teknologi canggih ini.

"Sangat manusiawi jika sebuah inovasi baru dan modern ada pengguna jalan bingung. Pada umumnya masyarakat senang dan bangga melihat Polri semaskin baik dan membuat berbagai inovasi dlm pelayanan dan penegakan hukum yang transfaran," kata mantan anggota kompolnas ini melalui siaran persnya, Jumat (19/7/2019).



Menurut doktor ilmu hukum ini, penerapan ETLE di wilayah Jakarta dibuat untuk meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum tanpa diskriminasi. "Siapa salah, langsung kena tilang tanpa melihat siapa dia. Teknologi ini menjadikan kinerja polisi semakin profesional sesuai semangat Promoter agar Polri semakin dipercaya," terangnya.

Selain menekan penyimpangan, Edi mengharapkan, ETLE juga berfungsi membantu mengungkap kejahatan karena identitas kendaraannya saat melintas terekam oleh CCTV yang disiapkan. "Kehadiran ETLE bisa memposisikan Polri sejajar dengan polisi modern di dunia," tambah pakar hukum dan kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Edi juga berharap, inovasi modern yang digagas Kapolri ini bisa memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Sejak ETLE dioperasikan Ditlantas Polda Metro Jaya, polisi sudah mengirim sedikitnya 7.500 tilang ke alamat pemilik kendaraan yang terdeteksi melanggar peraturan lalulintas sesuai UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya.

Pelanggar ETLE paling besar adalah pelanggar yang tidak mengunakan sabuk keselamatan. Ribuan pemilik kendataan yang melanggar tadi telah menyelesaikan tilang di pengadilan.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak