alexametrics

Ikut Acara Pemkot Jaksel, Puluhan Siswa Keracunan Lemper

loading...
Ikut Acara Pemkot Jaksel, Puluhan Siswa Keracunan Lemper
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sekitar 40 orang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan ringan berupa lemper dan terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit yang ada di Jakarta Selatan. Keracunan itu terjadi pasca-mengikuti kegiatan Dongeng yang digelar Sudin Perpustakaan dan Kearsipan, Jakarta Selatan di RPTRA Tunas Muda, Kebayoran Baru pada Senin 15 Juli 2019.

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Wahyu Sosiawan mengatakan, selain anak-anak, orang dewasa yang turut mendampingi si anak saat mengikuti kegiatan Dongeng itu pun diduga mengalami keracunan. Mereka keracunan setelah memakan makanan ringan yang disediakan panitia penyelenggara, salah satunya lemper.

"Iya ada 40-an orang (yang keracunan) infonya karena makan lemper, ini yang kena ada anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak anaknya juga, kan yang pesertanya SD 09 Kebayoran Baru. Makanya kita sedang cek ini," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (17/7/2019).



Mereka, paparnya, mengalami sakit perut usai memakan makanan ringan yang disediakan panita. Mereka lantas dibawa ke sejumlah rumah sakit, seperti RS Muhammadiyah, RS Gandaria City dan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hanya saja rata-rata sudah pulang ke rumah masing-masing.

"Jadi tinggal satu dua anak saja yang masih di rumah sakit. Tak ada korban, jadi mengeluh sakit perut saja, sudah ditangani (lempernya diperiksa) Sudin Kesehatan di laboratoriumnya," tuturnya.

Saat ini, bebernya, polisi tengah menyelidiki kasus tersebut dan mencari tahu dari mana asal makanan itu serta pembuatnya. Polisi juga bakal memeriksa saksi-saksi termasuk pihak panitia yang menyelenggarakan kegiatan itu.

Sementara itu, salah satu orangtua korban, Iin (32) menerangkan, anaknya, MMK (2) terpaksa dilarikan ke RS Muhammadiyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa, 16 Juli kemarin karena mengalami keracunan usai memakan lemper dari snak yang diberikan saat kegiatan itu.

"Jadi anak kedua saya dan adik saya yang mendampingi muntah-muntah sampai BAB hingga lemas. Masuk ke RS juga baru kemarin oleh ibu saya," paparnya.

Saat kejadian, ungkapnya, dia tengah bekerja sehingga adiknya yang menemani anak pertamanya mengikuti kegiatan itu. Snack milik anak pertamanya itu tak dimakan sehingga dibawa pulang, sampai di rumah snack itu di makan anak keduanya yang masih berumur dua tahun.

Tak lama, anak keduanya mengalami muntah-muntah seperti yang dialami adiknya. Ibunya pun membawa anak keduanya dan adiknya ke rumah sakit guna diberikan pengobatan, dia pun baru tahu anaknya keracunan setelah diberitahu ibundanya.

"Ibu saya telpon sambil nangis-nangis bilang ini anak kamu keracunan. Barulah saya lihat di grup (pesan singkat wali murid anak) memang banyak yang muntah berak seperti itu, barulah ngeh," jelasnya.

Bahkan, sejumlah wali murid dan anaknya pun turut pula dibawa ke rumah sakit karena mengalami hal serupa. Di RS tempat anaknya dirawat pun ada beberapa orang diberikan pertolongan karena keracunan, hanya saja sudah dibolehkan pulang dan rata-rata anak yang keracunan masih berada di bangku kelas 1 SD, yang mana sebagai pesertanya.

"Saat ini kondisi anak saya sudah segar, cuma buang airnya saja belum normal, makanya masih dilakukan perawatan (menginap). Kata dokter sih masih harus dibersihkan racun-racun di dalamnya, toksin gitu," ungkapnya.

Dia menambahkan, pihak Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Selatan selaku penyelenggara acara sudah menghubungi bakal bertanggung jawab atas kejadian itu, khususnya terkait biaya di pengobatan di rumah sakit.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak