alexametrics

Atasi Kemacetan, Gedung Parkir di Sudirman-Thamrin Disarankan Dihapus

loading...
Atasi Kemacetan, Gedung Parkir di Sudirman-Thamrin Disarankan Dihapus
Kendaraan memadati ruas Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada sore hari atau jam sibuk pulang kerja. Foto: SINDOphoto/Adam Erlangga
A+ A-
JAKARTA - Kemacetan di Ibu Kota masih menjadi PR besar. Guna mengatasi kemacetan itu, berbagai masukan datang dari pengamat. Salah satunya gedung parkir di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, disarankan dihapus.

Hal ini seiring lengkapnya sejumlah transportasi massal seperti, Transjakarta, Mass Rapid Transit (MRT), hingga Commuter Line. Hanya, untuk melaksanakan itu beberapa kebijakan harus dipertimbangkan. Seperti menghubungkan setiap kantor dengan transportasi massal atau menerapakan Elektronic Road Pricing (ERP) di ruas itu.

“Asalkan semua sudah terhubung ke setiap stasiun, gedung parkir di kawasan itu harus dihapus,” ujar pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, saat dihubungi SINDOnews, Minggu (14/7/2019). (Baca juga: Macet Kian Parah, Sistem Ganjil Genap di Ibu Kota Perlu Diperluas)



Yayat meyakini dengan kebijakan itu masalah kemacetan di lintas Sudirman-Thamrin, dapat terselesaikan. Sebab dengan kebijakan itu lalu lintas di kawasan itu hanya untuk melaju. Sementara untuk mobilitas per hari, bisa menggunakan transportasi publik yang telah tersedia di ruas itu.

“Solusinya penuhi Park n Ride di kawasan penghubung. Jangan seperti di Lebak Bulus, dibuat seadanya,” kata Yayat. (Baca juga: Tiga Lokasi Park and Ride Pengguna MRT Siap Digunakan Mulai 1 April)

Termasuk soal menerapkan jalan berbayar atau ERP. Yayat menyarankan agar Sudirman-Thamrin wajib dibuatkan kawasan berbayar. Kendaraan pribadi akan berkurang seiring mahalnya beroperasi di jalan.

Pendapat berbeda di ungkapkan Nirwono Joga, pengamat Trisakti lainnya. Ia menyarankan, untuk mengurangi kendaraan pribadi bisa dilakukan dengan cara menerapkan tarif parkir tinggi, salah satunya dengan harga tiga kali lipat. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.

“Gedung parkir tetap dipertahankan, tetap dapat digunakan bagi pekerja di Sudirman-Thamrin, dengan tiket parkir yang mahal. Kalau perlu tiga kali lipat dari harga normal,” ucapnya. (Baca juga: Tekan Penggunaan Mobil Pribadi, DKI Akan Naikkan Tarif Parkir Gedung)

Sementara itu, untuk jam kerja atau makan siang, ia sependapat pekerja bisa memanfaatkan angkutan massal di sepanjang Sudirman Thamrin. “Makanya kuncinya tiket di sana harus jadi satu. Saya harapkan ini segera dipercepat,” tandasnya.

Selain itu, Nirwono juga meminta sesegera mungkin kawasan itu dilakukan penerapan jalan berbayar. Ia juga yakin penerapan jalan berbayar mengurangi volume di kawasan itu.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak