alexametrics

Udara Buruk, DLH DKI Sarankan Kurangi Kegiatan di Luar Rumah

loading...
Udara Buruk, DLH DKI Sarankan Kurangi Kegiatan di Luar Rumah
Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti kabut polusi udara di Jakarta, Selasa (9/7/2019). Foto/Isra Triansyah/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengingatkan kepada masyarakat agar waspada terkait kualitas udara yang kurang baik. Terlebih saat ini Jakarta masuk musim kemarau.

Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan, Dinas LH DKI Jakarta Agung Pujo Winarko menjelaskan, fenomema ini dengan nama unhealthy for sensitive.

"Namanya unhealty for sensitif group kan di level itu artinya, kondisinya dia terhadap orang yang rentang terhadap penyakit yang diikaitkan dengan polisi udara, bagi orang normal masih wajar, masih biasa," ujar Agung saat dihubungi, Jumat (12/7/2019).



Bila dilihat dari level Particulate Matter (PM), Agung menilai, wajar bila kualitas udara kini mengarah sedikit tercemar. Karena ada pengalihan musim dari penghujan ke kemarau.

"Bagi kami, kami lihat dari data pemantauan kami juga. PM 2,5 dari Januari sampai Juni, Juli kalau lihat tren dari baku mutu yang diterapkan oleh pemerintah pusat, musim penghujan bagus, tapi menjelang kemarau memang kondisi agak meningkat," tambahnya.

Dia mengingatkan, bagi warga yang rentan dan masih melanjutkan aktivitas di luar ruangan atau outdoor, penting bagi mereka membatasi aktivitas tersebut.

"Kemarin bagi orang normal biasa aja bagi bayi dan manula juga tidak ada masalah. Tapi ketika masuk ke musim kemarau dengan PM 2,5 yang meningkat harus diantisipasi aja bagi mereka yang sensitif," jelasnya.

Pembatasan aktivitas luar ruang bisa mengurangi dampak dari kualitas udara yang buruk. "Kalau untuk aktivitas diluar jangan terlalu banyak. Kalau dia sensitif, diketahui secara medis sensitif terhadap kualitas udara jelek, dia mengurangi kegiatan di luar rumah, membatasi," kata Agung.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak