alexametrics

Gratis Tanpa Waktu, DPRD DKI Usul LRT Jadi Objek Wisata

loading...
Gratis Tanpa Waktu, DPRD DKI Usul LRT Jadi Objek Wisata
Penumpang mengantri untuk menaiki LRT. Foto/Dok/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Moda transportasi massal berbasis rel ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta Velodrom-Kelapa Gading masih gratis hingga waktu yang belum ditentukan. Sejak diujicobakan 11 Juni 2019, LRT terus mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Corporate Communication Manager PT LRT Jakarta, Melisa Suciati mengatakan, selaku operator, PT LRT Jakarta hanya bisa memastikan dengan baik kesiapan operasional LRT dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) dan sistemnya. Menurutnya, PT Jakpro selaku holding perusahaan masih melakukan proses administrasi kesiapan operasional resmi.

"Kami sebagai operator kereta yang jalanin dan bersinggungan langsung dengan pengguna hanya bisa memastikan semua memang betul tim di lapangan siap nerima penumpang dan beroperasi nanti bila resmi beroperasi komersil," kata Melisa Suciati di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (11/7/2019).



Melisa menjelaskan, sejak diujicobakan pada 11 Juni lalu hingga hari ini, animo masyarakat masih tinggi hingga mencapai angka 211.000 lebih penumpang. Menurutnya, penumpang tersebut bukan hanya sekadar coba-coba, melainkan sudah menggunakan LRT sebagai kesehariannya, seperti pergi dan pulang kerja.

Untuk progres fisik, lanjut Melisa sudah 100 persen dengan lima stasiun yang dioperasikan mulai pukul 05.30-23.00 WIB. Sementara untuk Stasiun Pegangsaan Dua, saat ini masih dalam proses pembangunan yakni sekitar 98 persen.

"Progres konstruksinya sudah mencapai 98 persen. Kalau konstruksi berarti ada sistem, ada instalasi berbarengan sama konstruksi. Ada sistem, ada electrical mungkin, secara garis besarnya. Nanti detailnya bisa kita bantu ya dari pengembang," ungkapnya.

Melisa membantah apabila uji coba LRT gratis yang tidak berujung dikatakan merugi. Sebab, untuk uji coba publik ini sudah ada ketentuannya dan diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

"Jadi emang enggak mengada-ada. Ini jadi bagian kesiapan kami menuju operasi komersil," ungkapnya. (Baca juga: LRT Bakal Masuk Bogor, Pemkot Masih Bahas Lokasi Stasiun Akhir)

Corporate Secterary PT Jakpro Hani Sumarno menyatakan, bahwa secara umum, uji coba LRT Jakarta ini sama saja dengan sudah beroperasi resmi. Hanya saja dalam uji coba ini tidak dipungut tarif. Meskipun begitu, dia yakin PT LRT tidak rugi mengingat ada subsidi yang telah disetujui oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kebetulan bapak-bapak di DPRD baik, jadi itu bisa menjadi biaya operasional LRT meskipun digratiskan," ungkapnya. (Baca juga: 5.000 Orang Daftar Online Uji Publik LRT Jakarta)

Diketahui LRT yang berjarak hanya 5,6 kilometer itu diberikan subsidi oleh Pemprov DKI Jakarta sekitar Rp330 miliar di Tahun Anggaran 2019.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Golkar, Ashraf Ali mengusulkan, agar LRT dijadikan wahana wisata bagi warga Ibu Kota ketimbang membuang subsidi tanpa penumpang. Berdasarkan pemaparan PT LRT, kereta cepat sepanjang 5,8 kilometer itu hanya akan dinikmati sebanyak 14.225 orang penumpang per hari. Dia menilai, jumlah penumpang tersebut sangat tidak masuk akal. "Jadikan saja objek wisata buat jalan-jalan masyarakat saja," kata Ashraf.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak