alexametrics

Sebarkan Hoaks Bakso Tikus, Jeliana Minta Maaf ke Produsen

loading...
Sebarkan Hoaks Bakso Tikus, Jeliana Minta Maaf ke Produsen
Seorang ibu rumah tangga bernama Jeliana mengaku menyesal telah menyebarkan berita hoaks tentang Bakso Sumber Selera yang dibuat dari daging tidak layak konsumsi, Kamis (11/7/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti
A+ A-
JAKARTA - Seorang ibu rumah tangga bernama Jeliana mengaku menyesal telah menyebarkan berita hoaks tentang Bakso Sumber Selera. Dia mengakui kalau foto-foto yang dipostingnya tentang Bakso yang diolah dari daging ayam tiren dan tikus itu tak dilakukan kroscek.

Penyebar hoaks, Jeliana mengakui, dia menyebarkan berita tentang bakso tikus itu tanpa melakukan klarifikasi dahulu dan mencari tahu kebenarannya. Dia pun tak memiliki motif apa-apa dalam menyebarkan berita itu karena awalnya pun dia mendapatkan berita itu melalui pesan WhatsApp.

"Saya awalnya dapat pesan di WA, tanpa saya tahu benar tidaknya langsung saya share di medsos. Tak lama saya dapat komen masuk kalau itu gambar sama videonya beda, saya lalu sadar kalau itu hoaks. Saya akhirnya menghapus unggahan itu," ujarnya pada wartawan, Kamis (11/7/2019).



Dia pun meminta maaf pada PT Sumber Prima Anugerah Abadi yang telah membuat perusahaan Bakso Sumber Selera itu merugi. Dia berjanji tak akan lagi melakukan perbuataannya itu dalam menyebarkan hoaks.

Menanggapi itu, GM Operasional PT Sumber Prima Anugerah Abadi, Mumu menerangkan, pihaknya memilih jalan damai karena pelaku penyebar hoaks itu mau mengakui kesalahannya. Maka itu, dari segi kemanusiaan pihaknya pun memaafkan selama dia tak mengulangi perbuatannya itu.

"Kami harap bu Juliana bisa memperbaiki diri dan menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi. Dengan begitu, konsumen pun menjadi tahu apa yang sebenarnya terjadi, pelakunya siapa dan motifnya. Ini pun menjadi pembelajaran untuk tidak menyebarkan berita yang belum dikroscek kebenarannya," terangnya.

Pasalnya, ungkapnya, adanya hoaks yang disebarkan Juliana melalui akun facebooknya itu membuat perusahaannya merugi hingga 60 persennya dari pendapatan normal. Kerugian itu terjadi sejak berita hoaks beredar pada bulan Maret 2019 hingga Juli 2019 ini.

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya produktifitas yang turun itu, seperti melakukan edukasi pada masyarakat tentang produk sehat dan produk asli Bakso Sumber Selera SB, termasuk variannya, yakni Bakso SA, Bakso SP2, Bakso BX, dan Bakso UB. Bahkan, melakukan pembicaraan dengan BPOM tentang persoalan itu, hanya saja belum ada peningkatan yang signifikan.

"Sejak anjlok hingga sekarang baru 5 persen lah naiknya, jadi memang perlu waktu untuk memulihkannya ke kondisi normal," jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum PT Sumber Prima Anugerah Abadi, Andang Budhi Satria memaparkan, adanya berita hoaks yang disebarkan Juliana membuat pihaknya melakukan langkah hukum dengan melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Adapun laporan dibuat pada tanggal 13 Maret 2019 lalu dengan nomor laporan, LP/1541/III/2019/PMJ/Dit Reskrimsus.

"Kami melakukan laporan karena dampak penyebaran berita hoaks itu merugikan perusahaan, omset penjualan menurun, dan mengganggu pemasaran produk itu sehingga masyarakat menjadi takut saat mau membeli bakso," bebernya.

Dia menambahkan, polisi pun melakukan tindak lanjut pada laporan itu hingga akhirnya diketahui kalau berita hoaks itu disebarkan oleh Juliana Jeli melalui akun facebooknya. Pihaknya lantas berkoordinasi dengan polisi dan bertemu dengan pelaku penyebaran berita hoaks.

"Akhirnya, disepakati kalau perusahaan tak melanjutkan proses pidananya. Mengingat bu Juliana telah mengakui dan menyesali perbuatannya serta menjelaskannya pada publik," katanya.

Adapun kabar tentang bakso tikus yang beredar di pasaran ramai dibicarakan di media sosial, sebagaimana yang diunggah Jeliana di facebooknya pada 13 Maret 2019 lalu. Sejumlah foto tentang kabar tersebut beredar di facebook, salah satunya bermerk 'Sumber Selera'.

Namun, kabar tentang bakso daging tikus yang beredar di pasaran ternyata tidak benar. Perusahaan tersebut akhirnya memproses secara hukum sehubungan adanya penyebaran berita bohong atau hoaks tersebut, dengan melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya.

PT Sumber Prima Anugerah Abadi juga berupaya menghubungi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan pihak MUI (Majelis Ulama lndonesia) pemberi izin halal kepada produk Bakso Sumber Selera. Kemudian pihak BPOM pusat dan provinsi melakukan audit ke perusahaan sehubungan dengan adanya berita-berita tersebut. Hasilnya, terbukti perusahaan telah menjalankan usaha dan produksinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak