alexametrics

Polisi Harus Selektif Berikan Jasa Voorijder ke Masyarakat

loading...
Polisi Harus Selektif Berikan Jasa Voorijder ke Masyarakat
Foto: Ilustrasi/NTMC Polri
A+ A-
JAKARTA - Banyaknya masyarakat yang menggunakan jasa voorijder untuk terbebas dari kemacetan dinilai kurang tepat. Jika ini terus dibiarkan akan berimbas buruk bagi pengguna jalan lainnya, karena dapat menyingung perasaan masyarakat.

Pengamat transportasi, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, penggunaan jasa voorijder untuk menembus kemacetan lalu lintas kurang tepat dan hanya siasat masyarakat saja yang sudah muak dengan kemacetan di Jakarta."Artinya siasat ini sebaiknya dilihat secara selektif, jika mau ada pengawalan. Jadi jangan semuanya apa-apa dikawal," kata Azas Tigor Nainggolan saat dihubungi SINDOnews pada Selasa (9/7/2019).

Menurut Tigor, jika hal ini dibiarkan akan berimbas buruk bagi pengguna jalan lainnya, karena dapat menyingung perasaan masyarakat."Orang lagi macet-macet gitu ya, tiba-tiba ada voorijder itu kan orang bisa tersinggung juga," ujarnya.



Tigor mengajak kepolisian agar lebih selektif dalam memberikan pengawalan bagi masyarakat."Sesuai aturan saja, siapa yang berhak mendapatkan pengawalan saja gitu," katanya.(Baca: Fenomena Voorijder di Tengah Kemacetan Jakarta)

Terpisah, pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno menambahkan, penggunaan voorijder untuk menembus kemacetan tidak boleh dilakukan. Jika itu dilakukan maka itu permainan, dan yang memainkannya adalah oknum.

"Kalau individual menggunakan alat negara itu enggak boleh sebenarnya. Kalau iya, masuknya dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ujarnya kepada SINDOnews.(Baca: Polisi Sebut Jasa Vooridjer Gratis, Ini yang Berhak Mendapatkannya)

Djoko menilai jika hal tersebut benar dilakukan, maka akan berdampak buruk bagi citra Kepolisian."Kalau cuma karena dia kuat bayar, semestinya itu jangan dilayani lah, kan kepentingannya berbeda," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak