alexametrics

Penjaga Lahan Diserang Puluhan OTK, 1 Tewas dan 5 Terluka

loading...
Penjaga Lahan Diserang Puluhan OTK, 1 Tewas dan 5 Terluka
Puluhan OTK menyerang penjaga lahan kosong di samping Apartemen Metro Galaxy Park, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A+ A-
BEKASI - Sekelompok orang tak dikenal (OTK) menyerang penjaga lahan kosong di samping Apartemen Metro Galaxy Park, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Akibatnya, satu orang tewas mengenaskan dengan luka tembak dan beberapa orang mengalami luka tembak dan bacokan senjata tajam.

Adapun korban meninggal dunia bernama Dani (46), mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan, jasadnya saat ini masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk di autopsi. Sedangkan lima korban lainnya masing-masing Daniel menderita luka tembak di bagian paha, Heri luka bacok pada bagian bahu sebelah kiri.

Kemudian Tito lecet pada bagian perut, Stevanus luka robek pada bagian tangan kanan, Hendrikus luka robek pada bagian kaki kanan dan dagu. Hingga kini, para pelaku yang di antaranya menggunakan senjata api saat menyerang itu belum juga diketahui identitasnya. Namun, tiga sepeda motor hancur dibakar.



Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kombes Indarto membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, petugas masih memburu para pelakunya yang dibelum diketahui identitasnya dan diduga berjumlah puluhan orang. "Masih penyelidikan, kami sedang memburu pelakunya," katanya.

Menurutnya, peristiwa bermula ketika enam korban berada di dalam lahan kosong tersebut pada pukul 21.00 WIB. Tiba-tiba sekelompok orang menggunakan tiga unit mobil masuk ke lokasi. Terjadilah keributan dan penembakan.

"Ada sekitar 20 orang datang ke sana, cekcok langsung diserang," katanya.

Namun, Indarto tak menyebut alasan percekcokan sampai terjadi peristiwa tersebut. selain terdapat korban tewas dan luka-luka, tiga unit sepeda motor milik korban juga dibakar oleh sekelompok orang tersebut. Bahkan, petugas menemukan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, korban tewas bersama lima temannya bernama Hendrikus, Stevanus, Heri, Daniel, dan Tito tengah berada di sebuah bangunan semi pemanen yang dibangun di atas lahan itu. Tiba-tiba sekelompok orang tidak dikenal datang dan langsung menyerang.

"Kita masih lidik motifnya apa," jelasnya.

Di lokasi kejadian, saat ini telah terpasang garis polisi. Seorang petugas kepolisian juga tampak berjaga di lahan kosong yang selama ini dimanfaatkan juga sebagai tempat steam mobil.

"Sekelompok orang yang melakukan penyerangan itu menggunakan masker dan penutup kepala," kata Heri Amora (32), saksi mata.

Saat kejadian dia tengah istirahat di dalam kamar bersama rekannya. Tiba-tiba terdengar suara keributan terjadi di luar, tak lama suara keributan terdengar listrik di lokasi juga padam. "Saya baru mau intip dari jendela sudah padam listrik dan suara keributan terdengar jelas sama suara tembakan. Kalau dilihat orang-orang itu pakai masker," ungkapnya.

Heri menuturkan jumlah kelompok itu cukup banyak diperkirakan bisa sekitar 50 orang. Bahkan, lokasi lahan dikepung. Ada sekitar 30-50 orang dan mereka berteriak tapi tidak jelas. Dia juga menjadi sasaran sehingga mengalami luka pada bagian bahu sebelah kiri akibat sabetan sabetan senjata tajam.

Selama ini, kata dia, dia bersama rekanya lainnya yang berjumlah tujuh orang setiap hari ditugaskan menjaga lahan yang diketahui milik Acam bin Mendung dan M Zaelani Hamid. Terdapat bangunan semi permanen di atas lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi dan tempat usaha cuci steam kendaraan.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak