alexametrics

Siap Direlokasi, Pedagang Pasar Rawa Belong Tolak Klender dan Semanan

loading...
Siap Direlokasi, Pedagang Pasar Rawa Belong Tolak Klender dan Semanan
Aktivitas pedagang di Pasar Bunga Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Rencana merevitalisasi Pasar Rawa Belong kian tidak jelas. Selain masih simpang siur, pedagang kian kecewa lantaran tanda-tanda revitalisasi tak terlihat.

Padahal di sisi lain, untuk merivitalisasi, para pedagang siap direlokasi ke berbagai tempat. Namun bila dipindahkan ke dua tempat usulan dinas, yakni di Klender, Jakarta Timur dan Semanan, Jakarta Barat pedagang keberatan.

"Jadi Dinas memberikan usulan dua tempat kalau tidak Klender ya di Semanan. Dua-duanya tuh jauh, sama saja ngebunuh penghasilan para pedagang," ujar Didi Supardi pemerhati UKM yang juga Pedagang Pasar Rawa Belong di lokasi, Senin (17/6/2019).



Melihat kondisi itu, Didi mengusulkan agar dinas terkait tak merelokasi pedagang terlalu jauh dari Pasar Rawa Belong. Sebab dengan pembangunan pasar yang diprediksi selama dua tahun nantinya. Pihaknya yakin para pedagang akan bangkrut lantaran lokasinya yang jauh.

"Intinya sih pedagang sudah menjalankan tugas diminta oleh dinas nyari tempat. Pada saat nyari tempat kita pakai sistematika yang benar, kalau tempat itu akan dijadikan dan tampung oleh pasar. Terus sebelum ada pemindahan dan pembongkaran itu sudah ada sosialisasi, tapi tidak memadai," katanya.

Karena alasan itulah, Didi dan pedagang lainnya menolak usulan yang dikeluarkan oleh Dinas terkait TPS. Bahkan ia bersama pedagang lainnya sudah membuat tanda tangan petisi penolakan pembangunan pasar kalau ternyata Dinas tidak memenuhi janjinya serta tidak ingin memperhatikan keinginan pedagang.

"Kita lakukan petisi. Ada 600 orang yang tanda tangan petisi. Kita kalau mau bangun pasar silakan, tapi itu bisa dilakukan secara bertahap satu sisi dulu," kata Didi. (Baca juga: Memprihatinkan, Pedagang Tunggu Revitalisasi Pasar Rawa Belong)
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak