alexametrics

Wakil Wali Kota Jakpus: Masalah Tanah Abang Bukan Melulu Parkir Liar

loading...
Wakil Wali Kota Jakpus: Masalah Tanah Abang Bukan Melulu Parkir Liar
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Sepekan tak beroperasi pasca-Lebaran 2019, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kini mulai normal. Sejumlah pedagang mulai terlihat beraktivas di kawasan itu.

Kawasan Tanah Abang yang sempat semrawut selama bulan puasa Ramadhan, kini juga mulai tertata rapi. Hal ini tak lepas dari razia yang dilakukan Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Pusat terhadap sejumlah kendaraan roda dua yang terparkir liar di kawasan itu. Belasan kendaraan yang terjaring razia langsung diangkut.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, mengapresiasi tindakan Sudin Perhubungan. Ia menilai apa yang dilakukan Sudin Perhubungan merupakan langkah baik untuk mencegah kawasan Tanah Abang dari kesemerawutan.



“Tapi masalahnya Tanah Abang bukan melulu soal parkir liar, ada PKL juga,” ujar Irwandi saat dikonfirmasi, Minggu (16/6/2019).

Ia pun mengatakan kondisi sekarang ini akan menjadi momentum untuk terus menjaga Tanah Abang tetap tertata rapi. “Tentu, mumpung belum ramai, kami akan jadikan ini sebagai hari yang tepat untuk menjaga. Jangan sampai ini semrawut kembali,” bebernya.

Mumpung kawasan Tanah Abang belum semrawut, pihaknya akan meminta Satpol PP melakukan tindakan serupa dengan Sudin Perhubungan. Tindakan tegas akan diberikan kepada pedagang yang melanggar aturan.

Pendataan ulang juga akan dilakukan kepada pedagang yang berada di trotoar dan skybridge. “Berapa jumlah pedagang yang sebenarnya,” kata Irwandi.

Setelah nantinya pendataan, pihaknya akan melakukan zonasi kepada pedagang tetap Tanah Abang. Data itu akan dikunci dan menjadi patokan untuk menertibkan apabila ke depannya ada pedagang lain, sehingga pedagang tidak bertambah dan Tanah Abang semrawut.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak