alexametrics

Alun-Alun Depok Tahap II Berbiaya Rp50,2 Miliar, Ini Fasilitasnya

loading...
Alun-Alun Depok Tahap II Berbiaya Rp50,2 Miliar, Ini Fasilitasnya
Pembangunan alun-alun Depok tahap I sudah selesai dikerjakan. Foto: Ist
A+ A-
DEPOK - Pembangunan Alun-Alun Depok tahap I sudah selesai dikerjakan. Di tahap I, pembangunan difokuskan pada fasilitas olahraga dan sarana publik.

Alun-Alun Depok tahap satu dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektar dengan sejumlah fasilitas publik. Fasilitas itu antara lain gedung pengelola, musala, toilet, lapangan basket, futsal, gym outdor, BMX and skate board, dan wall climbing.

Saat ini Alun-Alun Depok tahap I sudah dioperasionalkan. Banyak warga yang sudah memanfaatkan ruang terbuka publik itu untuk berolahraga dan sebagai ajang pertemuan. Tidak ada pungutan untuk masuk ke Alun-Alun Depok. Warga hanya diminta menjaga fasilitas yang ada, karena pembangunan tahap II sudah mulai dikerjakan.



Untuk pembangunan Alun-Alun Depok tahap II ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menganggarkan dana sebesar Rp50,2 miliar. Luas lahan untuk pembangunan Alun-Alun Depok tahap II mencapai 2,2 hektare. Sedangkan total keseluruhan luas lahan Alun-Alun Depok mencapai 3,9 hektare. “Anggaran tahap dua dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok, Dudi Miraz.

Pembangunan Alun-Alun Depok tahap II tersebut telah dikerjakan sejak 28 Mei 2019 lalu oleh PT Merdeka Inti Persada selaku kontraktor. PT Merdeka Inti Persada ini juga sebagai kontraktor pembangunan Alun-Alun tahap I. “Sebelumnya sudah mulai pembangunan, dimulai dari penegasan batas, pemagaran pagar pembatasan, dan memagar penambahan lahan yang mencapai 3.300 hektare dari jalan GDC (Grand Depok City),” jelasnya.

Di tahap II ini, terdapat 15 fasilitas yang akan dibangun. Mulai dari gerbang utama, menara pandang, bike shelter, co-working space, bus shelter, jembatan utama, kolam retensi dan dermaga, greenhouse and signage, taman lansia, taman anak-anak, gedung pendopo, gallery, dinding mural, taman sculpture, dan amphitheater. Di alun-alun ini akan ditampilkan unsur budaya lokal Betawi dan Sunda yang kental. “Nantinya pendopo akan dibuat unsur Betawinya. Ini akan dijadikan sebagai ikon Kota Depok,” tukasnya.

Untuk keseluruhan pembangunan alun-alun, Pemkot Depok menganggarkan dana Rp90 miliar. Seluruhnya diambil dari APBD Kota Depok. “Anggarannya kurang lebih Rp90 miliar memakai dana APBD, ini masih perhitungan kasar, detailnya masih dihitung,” ujar Kepala Seksi Pembangunan Gedung Pemerintah dan Fasilitas Publik, Sriyanto.

Dalam membangun alun-alun ini, pihak kontraktor meminta masukan dari komunitas yang nantinya menggunakan fasilitas tersebut. Pantauan SINDOnews, pengerjaan di proyek ini dilakukan sesuai standar. Bahan yang digunakan pun masuk dalam kelas premium.

Mulai dari tempat duduk yang terbuat dari beton khusus yang menyerupai kayu namun padat. Kemudian lantai berukiran belimbing sebagai ikon Depok, serta lapisan yang digunakan untuk jalan terbuat dari material khusus. Kontraktor menggunakan material jenis permeable concrit yang dapat menyerap air. Sehingga kalaupun hujan airnya akan terserap.

Di bawahnya ada split yang memisahkan batu dengan tanah. Kemudian ada pipa khusus yang menyalurkan air yang tidak terserap untuk disalurkan ke drainase. Bahan yang digunakan ini ramah lingkungan karena dapat menjaga kestabilan air dalam tanah.

Di sisi lain, jika musim panas maka jalanan dengan material khusus ini tidak akan menimbulkan pantulan sinar dan panas yang mentereng. Sehingga pengunjung tidak akan terlalu silau kalau terkena panas matahari. Hal ini akan berbeda jika dibuat dengan material dari beton dan aspal.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak