alexametrics

DKI Sebut Indeks Lalin TomTom sebagai Keberhasilan Penanganan Transportasi

loading...
DKI Sebut Indeks Lalin TomTom sebagai Keberhasilan Penanganan Transportasi
Sejumlah transportasi di Jakarta. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Lalu Lintas Tom Tom (TomTom Traffic Index) melaporkan bahwa tingkat kemacetan di Jakarta menurun. Penurunan dari 61 menjadi 53 persen pada 2018 menempatkan Jakarta dalam peringkat tujuh yang paling tercemar di dunia, naik dari peringkat keempat pada 2017.

Tingkat kemacetan rata-rata di Jakarta adalah 53 persen pada 2018, dibandingkan pada 2017 yaitu sebesar 61 persen. Angka tersebut menjadikannya kota yang menunjukkan "peningkatan terbesar" tahun lalu.

"Percaya atau tidak, lalu lintas beberapa kota menurun dari waktu ke waktu. Indeks Lalu Lintas TomTom melaporkan bahwa tingkat kemacetan menurun di Jakarta," kata akun Twitter indeks pada hari Jumat, 14 Juni 2019.



Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, perubahan ini tentunya tidak hanya sebagai wujud keberhasilan Pemprov dalam mengembangkan layanan angkutan umum terintegrasi, namun juga sebagai dampak perubahan positif di masyarakat dimana penggunaan angkutan umum sudah menjadi kebiasaan dan budaya baru masyarakat urban di Jakarta.

"Capaian ini tentu akn jadi semangat bagi Pemprov dan seluruh stake holder transportasi untuk terus berkolaborasi mengembangkan layanan terintegrasi sehingga modal share 60 persen mobilitas masyarakat gunakan angkutan umum dapat diwujudkan," kata Sigit saat dihubungi, Minggu (16/6/2019).

Sigit menjelaskan, hasil survei tom tom tersebut adalah berdasarkan perkembangan pembangunan di bidang transportasi oleh Pemprov DKI. Di antaranya yaitu pembangunan jalan simpang tak sebidang seperti underpass dan flyover; Penutupan perlintasan sebidang Kreta Api; perluasan kebijakan ganjil genap.

Kemudian, lanjut Sigit, Re-design Jalan Thamrin dan Sudirman sehingga semakin lebar tanpa adanya jalur lambat; Adanya program Jaklingko yang merangkul angkutan umum dalam manajemen dishub dki sehingga tidak ngetem sembarangan karena sudah mengacu pada sistem rupiah perkilometer dan saat ini telah dioperasikan Mass Rapid Transit (MRT) yang akan disusul operasional Light Rail Transit (LRT);
Mengintegrasikan Transjakarta dengan MRT, angkutan perkotaan dan mewadahi program Jaklingko.

"Bersama dengan seluruh stake holder baik Kemenhub maupun Dishub di Bodetabek untum mengembangkan transportasi dari dan ke daerah pemukiman ke kota serta ke bandara," jelasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak