alexametrics

Soal Waduk Pluit, Anies Baswedan: Untuk Pengerukan Airnya Harus Berkurang

loading...
Soal Waduk Pluit, Anies Baswedan: Untuk Pengerukan Airnya Harus Berkurang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan soal pengerukan waduk Pluit Jakarta Utara yang dilakukan saat airnya berkurang. Saat itu timbul sedimen sehingga mudah untuk dilakukan pengerukan.

Anies menuturkan, Pemprov DKI melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah melakukan pengerukan di kawasan waduh yang luasnya 80 hektare itu pada akhir April 2019 lalu.

"Untuk melakukan pengerukan memang airnya harus berkurang. Jadi air berkurang itu bukan karena tidak dirawat. Justru karena mau dirawat dilakukan pendalaman," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).



Mantan Mendikbud itu menambahkan, pengerukan kawasan Waduk Pluit tersebut merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir yang kerap mengepung ibu kota Jakarta.

Dengan begitu, kata Anies, pihaknya melakukan pengerukan Waduh Pluit tersebut. "(Antisipasi banjir) ya apalagi. Ini memang saatnya kita melakukan pengerukan mulai bulan April di saat volume air sedang tidak tinggi di situlah kita melakukan pengerukan di semua tempat," tuturnya. (Baca: Waduk Pluit Alami Pendangkalan, DKI Lakukan Pengerukan Sedimen)Seperti diketahui, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Yusmada Faizal menuturkan, bahwa pihaknya tengah melakukan pengerukan waduk Pluit hingga tingkat low water level. Proses pengerukan terhadap lapisan sedimen sudah dilaksanakan sejak akhir April lalu.

Yusmada pun menargetkan pengerukan wmWaduk Pluit ith rampung pada bulan Oktober 2019 mendatang.

"Kami sudah kerjakan (pengepokan) mulai akhir April. Oktober ditargetkan sudah selesai. Sedimen pun (terlihat hanya) di muaranya, dekat pompa ke arah laut," tutup Yusmada.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak