alexametrics

Operasi Fungsional Tol Cijago Seksi 2 Diperpanjang Selama Satu Minggu

loading...
Operasi Fungsional Tol Cijago Seksi 2 Diperpanjang Selama Satu Minggu
PT Trans Lingkar Kita Jaya memperpanjang operasi fungsional Tol Cinere- Jagorawi (Cijago) seksi 2 hingga pekan depan untuk mengetahui trafik kendaraan selama hari kerja. Foto/SINDOphoto
A+ A-
DEPOK - Operasi fungsional Tol Cinere- Jagorawi (Cijago) seksi 2 diperpanjang hingga pekan depan. Semula operasi fungsional seksi 2 ini hanya sampai Senin 10 Juni 2019 kemarin.

Namun pihak PT Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ) menambah waktu operasional fungsional sampai Senin 17 Juni 2019 mendatang. “Ya kita lakukan perpanjangan sampai pekan depan,” kata Direktur Operasi PT TLKJ, Teddy Rosadi , Selasa (11/6/2019).

Pihaknya sengaja memperpanjang waktu dengan alasan ingin mendapatkan gambaran sesungguhnya trafik kendaraan di hari kerja. "Saat ini kami perpanjang karena untuk mengetahui gambaran kondisi lalulintas saat hari kerja,” ungkapnya.



Dari hasil evaluasi pihaknya saat operasi fungsional saat lebaran kemarin, Teddy menuturkan, dibukanya seksi 2 mampu mengatasi kemacetan di ruas Margonda, Jalan Raya Bogor dan Jalan Juanda. (Baca: Operasi Fungsional Tol Cijago Seksi 2 Berhasil Cegah Kemacetan Selama Lebaran)

Semula, dari arah Jagorawi menuju Margonda hanya bisa keluar di pintu Cisalak 2. Saat ini pengendara bisa memiliki alternatif keluar di pintu Margonda dan Kukusan. “Tentunya dengan adanya seksi 2 ini kami melihat bisa membantu mengurai kemacetan saat Lebaran dan dirasa efektif mengatasi kemacetan. Dengan dilakukan penambahan waktu operasi fungsional selama sepekan ini kami pun berharap bisa membantu mengurai kemacetan di Depok,” tambahnya.

Traffic kendaraan yang mellintas di seksi 1 Cijago mencapai 39.000 kendaraan per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 persen kendaraan keluar di pintu Cisalak 2. Sedangkan sisanya sebanyak 30 persen keluar di pintu Margonda dan Kukusan. Atau dengan kata lain ada sekitar 27.300 kendaraan yang melintas di Seksi 2 Cijago.

“Ini tentunya berdampak pada tingkat kemacetan di Raya Bogor dan Juanda. Dari 39.000 kendaraan yang melintas di seksi 1, sebanyak 70 persen keluar di Cisalak dan 30 persen keluar di Margonda dan Kukusan,” tukasnya.

Pihaknya akan kembali menutup seksi 2 pada Senin 17 Juni 2019 pukul 14.00 WIB. Kemudian dilakukan peninjauan oleh Tim Layak Operasi dari Kementrian PUPR.

Setelah dilakukan peninjauan dan evaluasi serta mendapatkan persetujuan barulah seksi 2 bisa dioperasikan secara komersil. “Kami sudah melakukan finishing minor sesuai rekomendasi tim layak. Harapan kami akhir Juni bisa beroperasi,” paparnya.

Sebelumnya, pihak PT TLKJ memberlakukan operasi fungsional delapan hari sejak tanggal 2-10 Juni. Seksi 2 ini melintas sepanjang Jalan Raya Bogor sampai Kukusan. Operasi fungsional ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kemacetan selama lebaran di Depok.

Selama operasi fungsional ini, pihak TLKJ tidak memungut tariff bagi pengendara yang masuk jalur bebas hambatan ini. Pengoperasian fungsional ini hanya dilakukan sementara. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan di Jalan Juanda dan Jalan Margonda.

“Pengoperasian tol ini kami lakukan untuk membantu mobilitas dan masyarakat Depok khususnya di Jalan Margonda selama libur lebaran,” kata Teddy.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak