alexametrics

H+5 Lebaran, Kawasan Puncak Bogor Masih Diserbu Wisatawan

loading...
H+5 Lebaran, Kawasan Puncak Bogor Masih Diserbu Wisatawan
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
BOGOR - H+5 Lebaran, jalur Puncak (Ciawi-Megamendung-Cisarua), masih dipadati kendaraan wisatawan asal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Senin (10/6/2019). Kepadatan kendaraan sempat mengular dari gerbang Tol Ciawi hingga Megamendung sejak pukul 06.00 WIB hingga siang tadi.

Arus lalu lintas sempat tersendat, khususnya di simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, Tanjakam Selarong, Cipayung Datar ,hingga Simpang Megamendung. Lantaran semakin siang volume kendaran dari arah Cianjur atau Puncak menuju Jakarta kembali meningkat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor akhirnya memutuskan memberlakukan sistem one way (satu arah).

"Proses one way sudah dimulai sejak pukul 13.00 WIB, dengan terlebih dahulu melakukan pengurasan kendaraan dari atas ke bawah didorong, khususnya di titik - titik yang mengalami kepadatan," ujar Kasatlantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri saat dikonfirmasi. (Baca juga: Hari Ini Jalur Puncak Lengang, One Way Tetap Diberlakukan Situasional)



Menurut dia, volume kendaraan pada H+5 Lebaran hari ini didominasi mobil pribadi dan bus pariwisata. Sehingga dipastikan, kepadatan kali ini bukan disebabkan adanya arus balik mudik Lebaran, akan tetapi masih banyak masyarakat yang memanfaatkan hari libur sekolah untuk berwisata ke kawasan Puncak.

"Meski libur Lebaran sudah usai bagi karyawan, tapi anak sekolah masih libur panjang, sehingga jalur Puncak terus dipadati kendaraan yang hendak berwisata. Maka dari itu, kami akan tetap standbye mengatur arus lalu lintas, khususnya di pusat-pusat keramaian atau obyek wisata," katanya.

Selain memberlakukan one way dengan interval waktu cukup lama, khususnya dari arah Puncak ke Jakarta pada sore hari, pihaknya tetap mengerahkan full personel di tempat-tempat yang memang berpotensi terjadinya kepadatan. (Baca juga: Liburan ke Puncak, Sekeluarga Ini Babak Belur Dikeroyok Sekelompok Warga di Cisarua)

"Alhamdulillah hingga sekarang personel yang bertugas sebanyak 200 orang masih standbye di lokasi-lokasi rawan terjadinya kemacetan untuk mengatur lalu lintas dan menginformasikan kepada pengguna jalan terkait pemberlakuan sistem one way yang diberlakukan saat ini," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu mentaati peraturan dan rambu lalu lintas, khususnya saat diberlakukan one way. Dengan ketertiban pengguna jalan tentunya dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan.

"Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Puncak, untuk tertib dan selalu update informasi terkait lalu lintas dan pemberlakuan one way, sehingga tak terjebak dalam kepadatan ataupun kemacetan di jalan," katanya.

Sementara itu, kepadatan arus lalu lintas di Kota Bogor, khususnya di sekitar Kebun Raya Bogor atau jalur Sistem Satu Arah (SSA), Jalan Juanda, Jalal Harupat, Pajajaran, dan Otista, sejak H+2 hingga H+5 terjadi kepadatan, bahkan menimbulkan kemacetan panjang.

Kepadatan juga terjadi di kawasan Stasiun Bogor, tepatnya Jalan Kapten Muslihat hingga Jalan Veteran. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati menuturkan, kepadatan yang terjadi di pusat kota didominasi kendaraan menuju kawasan wisata dan pusat perbelanjaan.

Meski demikian sejauh ini kepadatan arus lalu lintas di Kota Bogor masih bisa diurai sehingga belum diterapkan rekayasa lalu lintas. "Kami situasional saja, kita lihat dulu kepadatannya seperti apa. Sejauh ini memang padat tetapi masih bisa jalan. Kepadatan memang sudah terjadi sejak hari H Lebaran," tuturnya.

Agar kepadatan di kawasan wisata berkurang, Dinas Perhubungan Kota Bogor juga meminta para wisatawan memarkirkan kendaraan di kantong-kantong parkir, seperti mal, dan kantor-kantor di kawasan seputar tempat wisata.

"Kita juga sudah menempatkan 200 petugas gabungan yang mengatur lalu lintas dan kawasan parkir juga selalu ditertibkan agar tidak menimbulkan kemacetan," katanya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak