alexametrics

Macet Parah, Pemudik Butuh 5 Jam untuk Tembus Cikampek

loading...
Macet Parah, Pemudik Butuh 5 Jam untuk Tembus Cikampek
Kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek terlihat sejak Rabu 29 Mei 2019 malam. Foto/KORAN SINDO/Abdul Hakim
A+ A-
JAKARTA - Memasuki enam hari menjelang Lebaran, arus mudik Lebaran mengalami peningkatan tajam. Kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek terlihat meningkat sejak Rabu 29 Mei 2019 malam.

Semakin malam, volume kendaraan kian bertambah banyak. Berdasarkan pantauan SINDOnews, tingginya volume kendaraan membuat kemacetan parah di berbagai titik.

Kemacetan antara lain terlihat di Simpang Cikunir. Para pengendara rata-rata membutuhkan lebih dari 30 menit untuk bisa menembus lingkar tol yang menghubungkan beberapa ruas tol seperti JORR dan Tol Dalam Kota ini.



Memasuki ruas tol Bekasi Barat, kemacetan kian tak terkendali. Kendaraan hanya mampu melaju rata-rata 5 km/jam. Kemacetan ini mengular hingga KM 57. Banyaknya pemudik yang berhenti di luar rest area membuat kemacetan makin tak terhindarkan.

Memasuki waktu sahur, banyak pemudik yang berhenti di pinggir jalan untuk bersantap sahur sekaligus beristirahat karena kelelahan.

Kemacetan masih terus terjadi memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70. Bahkan hingga Subuh ini, kemacetan terjadi setelah gerbang tol hingga memasuki Tol Cipali.

"Capai sekali, saya dari Ciputat jam 22.00 WIB, dan baru sampai Cikampek pukul 03.30 WIB. Butuh lima jam lebih sampai Cikampek," ujar Prapto, pemudik tujuan Karanggede, Kabupaten Semarang saat ditemui beristirahat di dekat Gerbang Tol Cikampek Utama, Purwakarta.

Meningkatnya jumlah pemudik pada H-6 ini tampaknya di luar perkiraan. Imbas dari kemacetan parah ini, banyak pemudik mengeluhkan petugas yang lambat merespons keadaan.

"Mestinya one way atau contra flow diberlakukan sekarang. Ini sudah tidak wajar lagi macetnya," pinta Indah Amaliya, pemudik lainnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak