alexametrics

Museum Pertanian Ajak Generasi Muda Mencintai Pertanian

loading...
Museum Pertanian Ajak Generasi Muda Mencintai Pertanian
Museum Pertanian Ajak Generasi Muda Mencintai Pertanian. (Dok. Koran SINDO).
A+ A-
BOGOR - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengharapkan keberadaan Museum Pertanian menjadi memicu generasi muda untuk mengeksporasi lebih jauh tentang sistem pertanian di Indonesia.

Letak Museum Pertanian di Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor yang genap baru tiga bulan berdiri letaknya persis masih dalam satu lokasi dengan Museum Tanah, berseberangan dengan Museum Zoologi, dan pintu masuk Kebun Raya Bogor.

"Di sini para pelajar atau anak muda bisa mengetahui pertanian itu telah berkembang sebelum negara Indonesia dibentuk, sebagai sumber kebutuhan pangan. Tidak bisa terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia," katanya, belum lama ini.



Bahkan, masyarakat patut berbangga karena dipastikan sejarah mencatat peran sektor masyarakat Indonesia bagi komunitas global adalah pemasok rempah terbesar seperti Pala, Cengkeh dan Lada yang diperdagangkan melalui jalur sutra.

Dengan hadirnya Museum Pertanian ini, kata dia, juga untuk mengubah stigma masyarakat khususnya kaum milenial terhadap sektor pertanian yang selama ini kerap dipandang sebelah mata dan kurang diminati.

"Kita memberikan spirit ke depan, dan sudah dimulai sekarang, bahwa pertanian itu bersih, ngikutin teknologi, ada mekanisasi. Kemudian semuanya pakai gadget dan sebagainya, dan orientasinya ke bisnis. Jadi bagaimana agar milenial tertarik terjun ke bidang pertanian yang selama ini dipandang kotor, miskin dan sebagainya," jelasnya.

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO, memasuki museum wistawan akan menikmati pajangan berbagai artefak pertanian masa lalu di lantai dasar Gedung C Museum Pertanian. Mulai dari kalender pranata mangsa, pacul, hingga patung petani kerbau membajak sawah.

Naik ke lantai 2, suara debur ombak dan replika kapal VOC yang pertama kali datang ke Indonesia akan langsung menyambut pengunjung. Perkembangan kondisi pertanian di era 1600-1945 yang didominasi komoditas perkebunan seperti kopi, karet, tembakau ada di lantai ini. Deretan kebijakan dan sosok menteri pertanian dalam periode Indonesia Merdeka juga dihadirkan di lantai dua tersebut.

Di lantai 3, pengunjung dapat menyaksikan teknologi pertanian masa depan. Potret lumbung pangan dunia 2045, dan ilustrasi tentang penggunaan teknologi canggih. (Haryudi)



(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak