alexametrics

Polisi Pastikan Menindak Tegas Pemudik yang Bawa Barang Berlebih

loading...
Polisi Pastikan Menindak Tegas Pemudik yang Bawa Barang Berlebih
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan menindak tegas pemudik yang masih membawa barang berlebih dan angkutan barang yang digunakan untuk menggangkut pemudik.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan, pihaknya akan membuat pos pengamanan (pospam) di sepanjang jalan mulai dari Kalimalang hingga perbatasan Cikarang. Pospam tersebut nantinya akan melakukan kontrol terhadap pemudik yang melakukan pelanggaran.

"Kalau nantinya kita menemukan ada pemudik sepeda motor yang ditemukan membawa barang berlebih atau tidak sesuai, maka kami akan bawa mereka ke tempat jasa titipan kilat guna mengirmkan barang-barangnya. Kalau penumpangnya yang melebihi kapasitas akan kita minta naik angkutan umum," ujarnya, Selasa (28/5/2019).



Dalam pospam pihaknya juga menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari toilet, tempat minum, dan lokasi untuk beristirahat. "Kami juga menggandeng beberapa sponsor yang menyediakan berbagai macam hadiah atau games untuk para pemudik," katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada para pemudik, baik yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat untuk selalu fit dalam berkendara. Bila lelah maka dianjurkan untuk memanfaatkan rest area atau lokasi istirahat lainnya untuk menyegarkan kondisi badannya kembali. Pasalnya, kecelakaan yang terjadi kebanayakan dari kelelahan yang mengakibatkan kurangnya konsentrasi.

Pihaknya memprediksi akan ada peningkatan pemudik yang menggunakan jalur darat tahun ini. Pasalnya beberapa ruas jalan tol sudah terhubung. "Saya prediksi memang ada peningkatan dikisaran 20% dari tahun lalu," pungkasnya.

Dia pun berharap mudik tahun ini bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak