alexametrics

Siapkan 2.609 Bus, DPRD DKI Minta Angkutan Lebaran yang Nyaman

loading...
Siapkan 2.609 Bus, DPRD DKI Minta Angkutan Lebaran yang Nyaman
Calon penumpang mulai memadati Terminal Kampung Rambutan untuk mudik lebaran ke kampung halaman, Jakarta, Minggu (26/5/2019). Foto/Isra Triansyah/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan 2.609 bus angkutan Lebaran 2019 yang tersebar di tiga terminal bus utama dan empat terminal bantuan. Prediksi puncak arus mudik terjadi pada h-4 atau Sabtu 1 Juni 2019.

Pelaksana tugas (PLT) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, untuk melayani dan menjamin keamanan serta keselamatan musim mudik Lebaran tahun ini, pihaknya telah mempersiapkan segalanya. Mulai dari membenahi jalur kedatangan, infrastruktur, penataan pool kendaraan dan sebagainya. Sehingga terminal lebih nyaman dan aman termasuk perihal penerangan.

"Prediksi mudik terjadi pada H-8. Kami telah mempersiapkan dari awal bulan lalu. Khususnya untuk uji kelaikan bus yang telah disusul ramp check. Ada sekitar 2.609 bus yang kami siapkan untuk angkutan Lebaran tahun ini," kata Sigit saat dihubungi, kemarin.



Sigit menyebutkan, 2.609 bus angkutan Lebaran itu terinci dari 2.404 bus reguler dan 205 bantuan yang terdiri dari 160 bus pariwisata dan 45 bus kota. Sedikitnya ada delapan terminal terminal yang disiapkan untuk angkutan Lebaran. Empat di antaranya menjadi terminal utama, yaitu Terminal Terpadu Pulogebang, Kalideres, Kampung Rambutan dan Tanjung Priok.

Untuk melakukan proses ramp check atau proses uji kelaiakan, lanjut Sigit, pihaknya tengah menurunkan sejumlah alat dan petugas dari tempat Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di Jakarta. Sedikitnya, kata dia, ada delapan komponen yang diperiksa, yakni fungsi rem; fungsi sistem lampu, fungsi sistem penerus daya; fungsi sistem gas buang; kondisi body, kaca dan sebagainya; fungsi indikator dan dashboard; kondisi roda, ban, wiper, klakson; dan alat tanggap darurat.

Sambil proses rump check berjalan, para pengemudi melakukan proses pemeriksaan kesehatan di posko kesehatan yang digelar oleh Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI).

"Armada yang mendapat stiker uji kelaiakan dari daerah lain tapi tidak layak setelah di tes kami kembalikan ke pool dan tidak boleh beroperasi," ujarnya.

Terkait prediksi puncak arus mudik, Sigit prediksi, puncak arus mudik akan jatuh pada Sabtu 1 Juni atau H-4. Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang, pihaknya telah memainkan sistem waktu kedatangan yang ditempel di tempat pembelian tiket sejak jauh-jauh hari. "Kami juga menyediaka tenda ruang tunggu agar penumpang tidak terlantar," ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI, Yuke Yurike meminta, agar Dinas Perhubungan (Dishub) melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mempersiapkan angkutan umum penumpan menuju terminal yang aman, nyaman, mudah tanpa kemacetan.

Jangan sampai, kata dia, terminal utama yang dipersiapkan serta bus tidak diminati oleh pemudik dan tetap memilih menggunakan angkutan roda dua.

"Terminal yang disiapkan jauh-jauh dari pemukiman pemudik. Kendaraan roda dua masih efektif untuk digunakan mudik, jangan sampai itu menjadi alasan pemudik," kata politikus PDIP ini.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak