alexametrics

Pemkab Bekasi Kerahkan 25 Petugas Kesehatan Sisir Jalur Mudik

loading...
Pemkab Bekasi Kerahkan 25 Petugas Kesehatan Sisir Jalur Mudik
Sebanyak 25 petuags kesehatan Dinkes Kabupaten Bekasi akan menyisir jalur mudik di wilayah tersebut.Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
BEKASI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi bakal menerjunkan sebanyak 25 orang petugas yang memantau kesehatan para pemudik di sepanjang jalur mudik wilayahnya. Petugas khusus kesehatan akan monitoring dan evaluasi kesehatan di jalur mudik.

"Kalau ada yang ditemukan sakit di pinggir jalan, mereka akan langsung diobati petugas monitoring yang memang membawa obat," ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Bekasi, Sri Enny pada Minggu (26/5).

Menurut Sri, bila diperlukan penanganan khusus tim dokter, petugas akan membawa mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi di Kecamatan Cibitung. Sebab, tim ini, bergerak secara mobile di jalur Pantai Utara (Pantura).



Selain Pantura, lanjut dia, mereka juga bergerak di Jalan Inspeksi Kalimalang hingga ruas Tol Jakarta-Cikampek. Untuk jalur Pantura, mereka akan bergerak menyusuri Jalan Diponegoro, Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Raya Teuku Umar, Jalan Raya Imam Bonjol, Jalan Raya Fatahillah.

Kemudian Jalan H. Oemar Said Cokroaminoto, Jalan Yos Sudarso, Jalan Gatot Subroto, Jalan RE Martadinata, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Raya Rengas Bandung dan Jalan Raya Pacing Bekasi. Sedangkan di Jalan Inspeksi Kalimalang, ruas Tol Jakarta-Cikampek akan ditelusuri sampai perbatasan Kabupaten Karawang.

Selain menyiagakan petugas, Dinkes Kabupaten Bekasi akan membangun 11 posko kesehatan selama arus mudik dan balik lebaran 2019. Sebelas posko itu akan dibangun di tiga lintasan yang dilalui pemudik wilayahnya.

Tiga lintasan itu berada di Jalur Pantura, ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Inspeksi Kalimalang. Sedangkan total petugas yang disiagakan ada 170 orang. Jumlah itu terdiri dari dokter, perawat sopir ambulans dan relawan.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, posko mulai disiagakan mulai dari H-7 hingga H+7 atau dari tanggal 29 Mei - 12 Juni. Sebetulnya, pengerahan posko mudik sebetulnya tidak jauh berbeda dengan persiapan tahun lalu.

Hanya saja, saat ini jumlah poskonya dikurangi satu titik tepatnya di Gerbang Cikarang Utama dikarenakan gerbang tersebut ditiadakan oleh pengelola tol. 11 pos pelayanan kesehatan gratis itu dibuat di samping Bussines Park Tambun Selatan, Pasar Tambun, Pos Damkar Cibitung, Pos Pengamanan (Pospam) Kalijaya Cikarang Barat, simpang SGC, stasiun Lemah Abang, PT. Indo Beras Unggul dan perbatasan dengan Karawang tepatnya di wilayah Kecamatan Kedungwaringin.

Lalu untuk di dalam tol berada di rest area KM 19 Tambun Selatan dan rest area KM 39 Cikarang Pusat. Di dalam posko tersedia sejumlah fasilitas kesehatan yang cukup memadai, mulai dari obat-obatan, alat tes kesehatan, hingga tempat istirahat yang diberikan secara gratis.

"Posko-posko ini kita bangun dari wilayah yang berbatasan dengan Kota Bekasi hingga Kabupaten Karawang," ucapnya. Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan, pihaknya juga berkordinasi dengan instansi lainya semisal pihak kepolisian dan petugas lainya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak