alexametrics

3 Petugas Dompet Dhuafa jadi Korban Kekerasan Kerusuhan di Tanah Abang

loading...
3 Petugas Dompet Dhuafa jadi Korban Kekerasan Kerusuhan di Tanah Abang
Mobil milik lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa mengalami kerusakan akibat dirusak oknum kepolisian di.Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa menyayangkan tindakan represif oknum kepolisian yang diduga bertindak berlebihan. Padah tim medis dan relawan Dompet Dhuafa hanya semata-mata ingin membantu semua pihak.

"Kami menyayangkan tindakan represif oknum kepolisian yang berlebihan terhadap tim medis dan relawan lembaga kemanusiaan yang hadir untuk membantu semua pihak, baik pengunjuk rasa, aparat keamanan, maupun masyarakat luas," ujar Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg. Imam Rulyawan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Imam menjelaskan tindakan represif oknum kepolisian terhadap tim medis Dompet Dhuafa terjadi pada pada Kamis (23/5/2019) pukul 00.15 dini hari di sekitar Jalan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Atas tindakan itu, mengakibatkan tiga anggota tim Dompet Dhuafa mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSPAD, serta perusakan terhadap dua kendaraan Dompet Dhuafa.
3 Petugas Dompet Dhuafa jadi Korban Kekerasan Kerusuhan di Tanah Abang

"Sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa menerjunkan tim medis atas dasar kemanusiaan dan memegang teguh prinsip imparsial. Sehingga keterlibatan kami dalam aksi unjuk rasa ini tidak didasari motivasi politik atau keberpihakan pada kelompok tertentu," jelas Imam.
Imam pun meminta kepada Kepolisian dan TNI untuk memberikan akses yang seluas-luasnya dan perlindungan bagi tim kemanusiaan dan tim medis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Hal tersebut sesuai dengan Konvensi Jenewa 1949, khususnya Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 tentang Perlindungan Terhadap Petugas Kesehatan.

(whb)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak