alexametrics

Usai Bentrok Massa dan Polisi, Pospol Sabang Alami Rusak Parah

loading...
Usai Bentrok Massa dan Polisi, Pospol Sabang Alami Rusak Parah
Suasana massa ketika terjadi bentrok dengan polisi di sekitar Bawaslu. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Pos Polisi Sabang yang berjarak sekira 200 meter dari perempatan Sarinah Jalan MH Thamrin hangus setelah menjadi sasaran amuk massa pada Rabu 22 Mei 2019 malam kemarin sampai Kamis (23/5/2019) dini hari tadi.Dari pantauan di lokasi, 80 persen bangunan hancur terbakar, tersisa hanyalah puing-puing rongsokan. Terdapat pula beberapa tulisan bernada satir yakni 'Police Biadab' di bangunan yang didirkan tahun 1995 itu.
Salah seorang warga bernama Irfan (32) mengatakan, massa secara membabi buta membakari seluruh bangunan pospol saat aksi berlangsung.

"Jadi pas massa dipukul mundur polisi, mereka melakukan aksi pembakaran," kata Irfan ditemui di Pospol Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Irfan menceritakan, ketika itu massa yang berjumlah lebih dari sepuluh orang datang dan mencari-cari anggota Polisi yang bertugas. Sayangnya, pengamanan di gedung Pospol sama sekali tak maksimal. (Baca: Bentrok Massa vs Polisi, Pospol MH Thamrin Dibakar)



"Akibatnya massa secara bar-bar membakar dengan menggunakan petasan dan korek api. Mungkin ada minyak tanah juga," jelas dia.

Suasana di Pospol saat ini masih sepi. Namun, ditemukan sejumlah pecahan bom molotov di halaman Pospol. Diduga, pelaku melempari bangunan pospol dengan bom molotov hingga meledak. (Baca juga: Jalan MH Thamrin Sudah Dibuka Sebagian)

Sementara, bau sisa-sisa gas air mata masih terasa di lokasi. Sehingga, warga yang melintas di sana hanya langsung bersin dan merasakan perih di mata.

Imbas dari kebakaran Pospol ini juga dirasakan para pemilik usaha di seputran Jalan Sabang. Salah satunya rumah makan Garuda. Pemilik usaha terpaksa menutup sementara akibat bagian depan rumah makan rusak.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak