alexametrics

Jatuh Korban Tewas, GNKR Minta Polisi Tak Represif kepada Rakyat

loading...
Jatuh Korban Tewas, GNKR Minta Polisi Tak Represif kepada Rakyat
Bentrok massa dengan aparat kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Foto/Sindophoto
A+ A-
JAKARTA - Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) melakukan konferensi pers menyikapi bentrok massa dengan aparat kepolisian di Tanah Abang, Jakarta Pusat. GNKR mendesak pemerintah mengusut tuntas insiden yang menewaskan enam orang dan melukai ratusan warga lainnya.

Koordinator Lapangan GNKR, Jumhur Hidayat mendesak pemerintah mengusut tuntas demonstran yang meninggal dalam bentrok dengan polisi di Tanah Abang, semalam.

"Pertama, kami minta pemerintah usut buat tim pencari fakta adanya yang masa aksi yang meninggal dunia," kata Jumhur di Rumah Perjuangan Prabowo-Sandiaga, di Menteng, nomor 36, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).



Meskipun banyak korban berjatuhan, pihaknya akan tetap melakukan aksi di depan kantor Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) meski semalam masa dan polisi telah terlibat bentrok.

"Kami akan tetap melakukan aksi yang damai bahkan super damai. Dan tanpa kekerasan bersama rakyat di seluruh Indonsesia khususnya di Jakarta sebagai bentuk perjuangan penegakan keadilan dan menolak pemilu curang terstruktur, sistematis, masif, dan brutal," tambah Jumhur

Ia juga meminta kepolisian agar menghentikan sikap represif terhadap masa aksi yang melakukan hak sebagai warga Indonesia dalam menyampaikan pendapat.

"Meminta kepada aparat tidak berlaku represif kepada rakyat yang akan memperjuangkan hak konstitusionalnya. Serta tidak menghalang halnagi masyarakat datang dari luar kota untuk menyampaikan aspirasinya," terangnya.

Terakhir, Jumhur meminta pula pemerintah untuk turut mengusut dengan membentuk tim pencari fakta dalam kasus meninggal massal ratusan petugas KPPS dalam pemilu serentak 2019.

"Kami desak kepada pemerintah membentuk tim pencari fakta mengusut kematian masal yang menyangkut kurang lebih petugas KPPK dan ribuan yang dirumah sakit dan memberikan izin untuk autopsi para korban," tutup Jumhur.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak