alexametrics

Dampak Ricuh, Stasiun Tanah Abang dan Palmerah Ditutup

loading...
Dampak Ricuh, Stasiun Tanah Abang dan Palmerah Ditutup
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kericuhan yang terjadi di kawasan Tanah Abang membuat dua stasiun Commuter Line, yakni Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Palmerah tutup total. Dua stasiun terpaksa ditutup lantaran sempat terjadi hujan batu.

Akibat kejadian itu, para penumpang KRL bersembunyi di stasiun, mereka ketakutan untuk keluar. Sebab di luar stasiun, kericuhan dan perang antar batu terlihat.

“Tadi sempat ketahan beberapa jam sebelum akhirnya di bantu satpam keluar dari stasiun,” kata Yanti (35) penumpang stasiun, Rabu (22/5/2019).



Di Tanah Abang sendiri kondisi mencekam terlihat. Bentrokan kecil terlihat, hujan batu memenuhi kawasan itu. Hingga akhirnya membuat barikade polisi menutup kawasan tanah abang. (Baca: Jatibaru Kembali Memanas, Polisi Berusaha Halau Massa)

Vice President Coorporate Communication PT KCI, Anne Purba membenarkan hal itu, menurutnya saat ini. Stasiun Tanah Abang dan Palmerah ditutup sementara. Rekayasa dilakukan.

“Dengan rekayasa ini untuk sementara KRL dari arah Stasiun Rangkas Bitung - Maja - Parung Panjang - Serpong tidak melayani naik turun pengguna di Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang. Sementara itu KRL loop line relasi Bogor - Depok - Nambo – Duri - Jatinegara hanya beroperasi hingga Stasiun Manggarai,” ucapnya.

PT KCI, lanjut Anne memohon maaf atas rekayasa pola operasi dan pelayanan yang berlaku sementara ini. Rekayasa tersebut perlu diambil setelah mempertimbangkan perkembangan situasi di sekitar Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Palmerah.

“Langkah ini juga diambil karena KCI mengutamakan keselamatan para pengguna KRL,” tambahnya.

Karena itu, PT KCI menyarankan para pengguna dari arah Rangkas Bitung - Maja - Parung Panjang - Serpong untuk turun di stasiun selain Palmerah maupun Tanah Abang.

Sementara para pengguna KRL loop line yang bertujuan Stasiun Sudirman, Karet, Tanah Abang, Angke, Kampung Bandan hingga Jatinegara kami himbau untuk dapat menggunakan moda transportasi alternatif lain.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak