alexametrics

UJIAN ONLINE DI LUAR NEGERI

Universitas Terbuka Pakai Data Nomor Induk Kependudukan

loading...
Universitas Terbuka Pakai Data Nomor Induk Kependudukan
Universitas Terbuka Pakai Data Nomor Induk Kependudukan
A+ A-
TANGSEL - Terobosan dilakukan Universitas Terbuka (UT) dengan memanfaatkan data nomor induk kependudukan (NIK) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memudahkan verifikasi data mahasiswa di luar negeri dalam pelaksanaan ujian online atau daring. Sistem online proctoring exam ini memungkinkan mahasiswa di luar negeri ujian daring tanpa perlu mendatangkan proktor atau pengawas.

UT saat ini melayani 2.500 mahasiswa di 36 negara. Dengan memakai telepon genggam, mahasiswa di luar negeri bisa langsung ujian. Verifikasi datanya memakai wajah peserta tes. Nantinya UT bisa melihat data di Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk memastikan wajah mahasiswa UT benar mahasiswa UT atau bukan.

“Ini semangatnya sejalan dengan ujian online proktori. Kita memastikan yang ujian itu mahasiswa kita dengan me-link ke (data) Dukcapil Kemendagri. Melalui aplikasi pengenal wajah,” kata Rektor UT Ojat Darojat saat penandatanganan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri di kampus UT, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.



Ojat menjelaskan, ujian online proktori ini baru dibuka pada 2018 dan pelaksanaannya pun belum masif karena baru dipakai untuk ujian mahasiswa luar negeri. Sementara ujian daringuntuk mahasiswa dalam negeri masih memakai basis web. Keberadaan kampus UT kini makin berkembang maju sehingga membuka kesempatan luas bagi warga negara Indonesia dapat menempuh kuliah pendidikan tinggi melalui pendidikan jarak jauh (PJJ) atau daring.

Ojat mengutarakan, sejak awal berdiri 1984 hingga kini, UT mampu meningkatkan pelayanan lebih baik bagi warga Indonesia di dalam negeri dan luar negeri. Pelayanan UT yang dahulunya masih bersifat tradisional, seiring kemajuan teknologi telah berhasil mengintegrasikan TIK. UT makin maju berkembang dan bahan ajar tidak lagi dengan modul namun digital, lalu tidak terbatas tutorial tatap muka juga sistem daringdengan virtual network.

Kini, lanjut Ojat, UT menjadi pilihan banyak calon mahasiswa yang tertarik masuk UT. “Dulu UT belum menjadi pilihan utama, sekarang banyak perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta yang belajar ke UT tentang PJJ,” katanya. Direktur Fasilitasi dan Data Kependudukan Kemendagri Gunawan menyambut baik kerja sama pertukaran data, sinkronisasi data mahasiswa dan dosen melalui pemanfaatan data NIK.

Menurut Gunawan, kerja sama yang dirangkai Hari Kebangkitan Nasional, Dies Natalis ke-35, dan Lustrum UT ke-7 yang bertema “Mengukuhkan Konektivitas Bangsa di Era Siber” sejalan untuk memacu pendataan yang lebih baik. Kemendagri mengapresiasi UT yang turut bersama perguruan tinggi lain dalam kerja sama pemanfaatan data ini. Sebelumnya sudah ada Universitas Moestopo, UGM, Undip, dan IPDN.

Dia menjelaskan, dengan penggunaan data NIK ini dalam memverifikasi data peserta ujian daring maka akan menghapus praktik perjokian. “Selain itu, juga bisa men-track para alumni ke mana pun dia pindah atau bekerja,” katanya.

Wakil Rektor UT bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan Aminuddin Zuhairi mengatakan, UT mengadakan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri dalam hal penggunaan data kependudukan adalah untuk memastikan data mahasiswa.

Selain itu, katanya, untuk memverifikasi keaslian data mahasiswa agar tidak terjadi kesalahan data. “Tentu kita akan ikuti ketentuan Kemendagri terkait kerahasiaan data. Tidak bisa sembarangan publikasi data. Tetapi kebutuhan untuk penggunaan sesuai dengan arahan Kemenristek-Dikti,” katanya.

Aminuddin menjelaskan, penggunaan data ini tidak hanya untuk pendataan mahasiswa baru jalur umum, tetapi juga untuk memastikan kebenaran mahasiswa UT yang mendapat beasiswa Bidikmisi. Melalui data NIK maka akan mempermudah pendataan mahasiswa di kampus yang menerapkan sistem online learning ini.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak