alexametrics

One Way Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Tutup U-turn Jalur Mudik

loading...
One Way Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Tutup U-turn Jalur Mudik
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di gerbang masuk Kota Bekasi.Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
BEKASI - Kebijakan sistem satu arah (one way) yang akan diberlakukan pemerintah mulai Kilometer 29 di ruas tol Jakarta-Cikampek (arah ke Cikampek) mulai 30 Mei mendatang berimbas pada jalan arteri di wilayah Bekasi. Alhasil, Bekasi akan menutup U-turn (putaran) disepanjang jalur mudik.

Sebab, kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan tersebut membuat semua kendaraan yang melintas di ruas Tol Jakarta - Cikampek diperuntukkan yang melintas ke arah timur untuk melancarkan arus kendaraan pemudik ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara, kendaraan yang akan menuju Jakarta dipastikan gunakan jalan arteri.

”Atas kebijakan pemerintah pusat itu, kami akan melakukan penutupan U-turn disemua simpang jalan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna pada Selasa (21/5/2019). Menurutnya, dalam penanganan imbas one way ke jalan arteri itu semua metode penanganan ada di pihak kepolisian dibantu pemerintah daerah.



Saat ini Dishub sudah menyediakan barrier, traffic cone dan tambang pembatas jalan. Tindakan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan. Apalagi semua jalur di Kabupaten Bekasi dipastikan digunakan lintasan pemudik roda dua menuju Pantura (Pantai Utara).

Yana berharap dengan adanya kebijakan penutupan U-turn masyarakat lokal bisa mengerti. Mengingat, upaya itu untuk kepentingan bersama. Tujuannya agar pemudik bisa lebih lancar melintas di Kabupaten Bekasi dan masyarakat lokal juga akan lebih aman karena tidak terjadi kemacetan.

”Mau tidak mau misal saat one way arah mudik, berarti kan kendaraan arah Bekasi tidak bisa lewat tol semua harus lewat jalur arteri begitu sebaliknya. Dan saya yakin, masyarakat bisa memahami ini,” ungkapnya.

Untuk personel, pihaknya mengerahkan sebanyak 130 personel yang disebar di persimpangan jalan dan pusat keramaian. Yana mengungkapkan, di wilayahnya terpantau ada 22 titik jalur macet yang bakal dilintasi pemudik di jalur utama Pantura Bekasi-Karawang. Diantaranya : di perempatan Indoporlen, Pasar Tambun, perempatan Pengairan, perempatan SKU Pasar Induk Cibitung, RS Medika, Terminal Kalijaya, SGC, dan Lemah Abang.

Sedang melalui jalur Kalimalang seperti di Toyogiri, TL Legenda, PRT Pengairan, Perempatan Cibuntu, TL Gandasuka, perempatan Warung Bongkok, PT 9 Jababeka (1), dan PT 9 Jababeka (2).”Jalur ini kerap macet, dan jadi jalur pemudik dari arah Jakarta ke Pantura melalui Bekasi,” jelasnya.

Sementara di Kota Bekasi, Dinas Perhubungan Kota Bekasi tidak akan menutup U-turn yang ada di wilayahnya. Padahal, pada mudik tahun lalu, Kota Bekasi menutup U-turn disemua jalur mudik wilayahnya.”Pola pengaturan lalu lintas mudik bakal berbeda, U-turn yang ada tidak kami tutup,” tegas Kabid Tekhnik Lalu Lintas, Dishub Kota Bekasi, Johan Budi.

Menurutnya, ruas tol tersebut akan diberlakukan satu arah menuju timur saat arus mudik dan satu arah menuju barat saat arus balik.”Kalau tol diberlakukan satu arah begitu, bisa dipastikan kendaraan yang mudik lewat tol bisa lebih lancar, sehingga berdampak juga terhadap jalan arteri di Kota Bekasi,” ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak