alexametrics

Pacar Gadis Korban Pembunuhan Tahu Kekasihnya Dikencani Tersangka

loading...
Pacar Gadis Korban Pembunuhan Tahu Kekasihnya Dikencani Tersangka
Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Efendi (paling kanan) mendampingi Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan dalam rilis kasus pembunuhan wanita muda di Apartemen Habitat, Tangerang.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Sulastri (21) gadis cantik ini tewas di tangan Agus Susanto (37) lelaki hidung belang yang berkencan dengannya di Apartemen Habitat, Tangerang. Ironisnya, kekasih korban yakni Andra Anjaya mengetahui bila wanita pujaannya tersebut akan di-booking oleh pelaku.

Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Efendi mengatakan, Agus Susanto berkencan dengan korban hanya bermodalkan uang Rp50.000 di dalam dompet. Karena tujuan utamanya berkencan dengan korban ingin merampok hartanya.

"Niat pertamanya mau enak. Dia sudah deal dengan harga Rp400.000, tapi cuma punya uang Rp50.000," kata Efendi di Polres Tangsel pada Senin (13/5/2019).(Baca: Motif Pembunuhan Gadis di Apartemen Habitat karena 'Mau Enak' dan Perampokan)



menurut Efendi, pelaku mengenal korban melalui aplikasi Wechat, saat itu korban memasang status Open BO hingga akhirnya dipesan Agus. Mereka pun janjian untuk berkencan di kamar 311 Tower C tersebut dengan tarif yang telah disepakati.

"Pacar korban Andra Anjaya tahu Sulastri dibooking pelaku. Maka, dia langsung pergi keluar kamar bersama temannya untuk memancing," ujar Efendi.
Nahas, saat Anjaya kembali ke apartemen, kekasihnya itu telah tewas. Wanita asal Pandeglang itu tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya telanjang, lehernya ada luka lebam bekas hantaman benda tumpul, cekikan, dan jeratan tali.

Anjaya lalu melapor kepada sekuriti apartemen dan diteruskan ke pihak kepolisian. Tidak sampai 24 jam, petugas gabungan dari Polres Tangsel berhasil menangkap pelaku yang tengah sembunyi di rumah pamannya.

Akibat perbuatannya, Agus Susanto akan dijerat dengan pasal berlapis tentang Pembunuhan atau Pencurian dengan Kekerasan sesuai Pasal 340 subsiber 338 dan 365 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak