alexametrics

Sita Ratusan Kilogram Sabu, DPR Acungi Jempol Kinerja Polres Jakbar

loading...
Sita Ratusan Kilogram Sabu, DPR Acungi Jempol Kinerja Polres Jakbar
Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapreasiasi sepak terjang Polres Jakarta Barat dalam memerangi peredaran narkoba. Sebulan terakhir ini Polres Jakarta Barat berhasil menyita ratusan kilogram sabu-sabu. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Sepak terjang Polres Jakarta Barat dalam memerangi peredaran narkoba mengundang decak kagum. Salah satu tokoh yang mengapresiasi kinerjak apik Polres Jakarta Barat yakni Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

“Kita apresiasi betul dalam sebulan terakhir ini Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram sabu jaringan internasional,” kata politisi muda Nasdem ini dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (10/5/2019).

Pengungkapan ini menggambarkan betapa jaringan narkoba internasional terus bekerja. Mereka konsisten memasok serta menyuplai narkoba ke seluruh wilayah tanah air, khususnya Jakarta sebagai ibu kota negara sekaligus pasar terbesar narkoba.



“Bayangkan jika barang-barang haram tersebut tidak mampu dicegah oleh penegak hukum kita? Apa yang dilakukan Polres Jakarta Barat adalah capaian yang harus kita sambut dengan apresiasi,” ujarnya.

Berdasarkan data BNN awal 2019, dari 4,5 juta pengguna narkoba di Indonesia, 24% adalah palajar dan 59% pekerja. Hal ini menggambarkan target narkoba adalah kalangan usia produktif yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa.

Fakta tersebut, menurut Sahroni, memaksa setiap elemen pemerintah dan masyarakat berjuang bersama membebaskan bangsa dari belenggu narkoba. Hal ini dicontohkan dengan sangat baik oleh Polres Jakbar. Diperlukan kegigihan dalam menjalankan komitmen memerangi kartel peredaran narkoba.

“Jika saja setiap polres atau polsek mampu bekerja optimal seperti yang dilakukan Polres Jakbar, saya yakin kita bisa menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan narkoba. Tentunya tidak hanya dari sisi pendindakan, namun juga pencegahan,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan dalam sebulan terakhir pihaknya mengungkap upaya penyelundupan 148 kilogram sabu. Polres Jakarta Barat memiliki strategi untuk mencegah beredarnya barang haram tersebut di Indonesia, khususnya Jakarta Barat. Salah satunya dengan meningkatkan penindakan pencegahan.

“Artinya, barang-barang harus dicegah sebelum masuk ke Jakarta. Pola pikirnya bahwa apabila sabu ini terlanjur sampai ke Jakarta dan menyebar, akan lebih susah untuk mengungkapnya," kata Hengki.

Polres Jakarta Barat sebelumnya menyita 120 kg sabu dari Myanmar dan baru-baru ini, polisi kembali menyita 16 kg sabu yang dikirim dari Amerika Serikat. Badan antinarkotika Amerika Serikat/DEA sendiri menyita sabu seberat 12 kg dari jaringan tersebut.

Kasus ini terungkap atas kerja sama Polres Jakarta Barat dan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Polres Jakarta Barat yang mendapat informasi akan adanya pengiriman sabu dari Amerika berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk mengagalkan penyelundupan tersebut.Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Erick Frendiz menceritakan, pada 11 April 2019, tim gabungan menangkap seorang WN China, Cui Ming di Kantor Pos Daan Mogot, Jakarta Barat. Cui Ming ditangkap saat mengambil paket sabu 6 kg dari Amerika.

Selain Cui Ming, polisi juga menangkap 2 WNI yakni Dasuki (42) dan Budi Suprayitno (52). Keduanya berperan sebagai kurir.

Polisi kemudian menangkap lagi kuris sabu asal China yakni Li Xiufen (22) di Tebet, Jakarta Selatan. Dari tersangka, polisi menyita 10 Kg sabu siap edar."Jaringan ini dikendalikan dari China. Kedua kurir dikirim ke Indonesia untuk mengantar pesanan ke bandar di Indonesia dengan upah Rp60 juta," katanya.
(poe)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak