alexametrics

Tangkap 4 Pengedar di Depok, BNN Sita 350 Kg Ganja

loading...
Tangkap 4 Pengedar di Depok, BNN Sita 350 Kg Ganja
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
DEPOK - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan terhadap jaringan narkoba pengedar ganja di Jalan Bungur, Pancoran Mas, Depok. Dalam penangkapan ini sebanyak dua peti ganja seberat 350 kg disita petugas.

Adapun empat pelaku yang diringkus petugas BNN yakni, AJ (39), RS (34), OK (28) dan MK (25). Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Ronny Wowor mengatakan, penangkapan pengedar ganja tersbeut dilakukan BNN Pusat pada Senin, 6 Mei 2019 malam pukul 22.00 WIB.

BNN, lanjut Ronny, mulanya mencurigai adanya jaringan besar pengedar narkoba di Depok. Kemudian diakukan pengembangan ke lokasi sasaran. "Informasi yang diterima bahwa mereka adalah pengontrak di Jalan Bungur. Kemudian dilakukan pendalaman dan semalam dilakukan penggerebekan. Informasi yang diperoleh dari tangan para pelaku disita ganja sebanyak dua peti seberat 350 kilogram," kata Ronny kepada wartawan Selasa (7/5/2018).



Sementara itu, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari menambahkan, selain dimasukkan ke peti, ganja tersebut juga dicat menggunakan pilok. Tujuannya agar tidak terendus anjing pelacak sehingga petugas pun terkecoh.

"Cat itu menimbulkan aroma baru, sehingga dapat mengelabui petugas dan tidak tercium anjing pelacak (K9)," kata Arman. Barang haram tersebut dikirim dari Medan menggunakan jasa ekspedisi DSI Cargo dengan tujuan Depok.

Paketan ganja tersebut singgah di PT TAM Cargo, kemudian pada Senin tanggal 6 Mei 2019 sekitar pukul 12.00 siang paket tersebut diantarkan oleh kurir ke tujuan. Menurut dia, kedua tersangka yang berhasil diamankan, berperan sebagai gudang dan kurir.

"Selain dua buah peti kayu yang masing-masing berisikan narkotika jenis ganja dengan berat total kurang lebih 400 kilogram. Kami amankan juga, satu unit motor jenis Honda Scoopy dan dua unit handphone," ungkapnya.

Para tersangka pun dibawa penyidik ke BNN untuk dimintai keterangan. Kasusnya sampai saat ini masih terus dikembangkan. "Penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, masih kita lakukan," pungkasnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak