alexametrics

Ramadhan, Polda Prediksi Pengguna Kendaraan Pribadi di Jakarta Naik 25%

loading...
Ramadhan, Polda Prediksi Pengguna Kendaraan Pribadi di Jakarta Naik 25%
Ribuan kendaraan bermotor terjebak kemacetan di salah satu ruas jalan di Jakarta.Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Ditlantas Polda Metro Jaya memprediksi kepadatan ruas jalan di Jakarta selama Ramadhan ini bertambah sekitar 25% dari hari biasanya. Ini dikarenakan banyak masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf mengatakan,
selama Ramadhan pola kemacetan mengalami perubahan, mulai dari jam hingga lokasi. Polda Metro Jaya mencatat ada tiga fase perubahan kemacetan saat bulan Ramadhan

Menurut Yusuf, pada minggu pertama pertama jalan-jalan akan dipadati masyarakat yang akan pulang awal. Pada minggu kedua, jalanan akan dipadati masyarakat menuju restoran atau tempat makan untuk buka puasa bersama.
"Minggu ketiga, akan terjadi kemacetan di pusat-pusat perbelanjaan karena mendekati Lebaran. Sedangkan minggu terakhir kepadatan berada di terminal dan stasiun," kata Yusuf pada wartawan Senin (6/5/2019).
Yusuf menuturkan, pola ini akan sama setiap tahun, jadi pihaknya sudah melakukan antisipasi-antisipasi untuk meredam kemacetan tersebut. Yusuf memprediksi, selama Ramadhan ini kemacetan memang semakin parah mengingat banyaknya masyarakat yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan akan pulang larut malam.



"Kepadatan jalan Jakarta akan bertambah sekitar 25% dari hari biasanya. Lokasi yang akan menjadi macet berkepanjangan adalah wilayah-wilayah penghubung," tuturnya.(Baca: Selama Ramadhan, Polisi Prediksi Lokasi dan Waktu Kemacetan Bergeser)

Yusuf melanjutkan, akses ruas jalan menuju Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi akan bertambah padat pada malam hari. Dia mengimbau, kepada masyarakat untuk bisa mensiasati waktu kepulangan sehingga tidak terjebak dalam kemacetan yang cukup parah.

Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan menegaskan, masalah kemacetan di Jakarta baik selama Ramadhan maupun hari biasa itu sama. "Apalagi bulan puasa, banyak masyarakat justru menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan tidak ada angkutan umum kalau pulang malam," ujarnya.

Menurutnya, selama Ramadhan banyak aktivitas masyarakat yang bertambah hingga malam hari, sedangkan angkutan umum tidak banyak yang beroperasi sampai tengah malam. Dia mencatat, paling standar masyarakat menyudahi kegiatan sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, ada juga yang hingga larut malam sekitar pukul 00.00 WIB. Mestinya, pemerintah daerah juga memikirkan hal tersebut. "Kalau bisa ada penambahan armada dan jam operasional pada bulan Ramadhan," tegasnya.

Sehingga, pengentasan masalah kemacetan yang paling utama adalah peningkatan kualitas angkutan masal. Sehingga, masyarakat Ibu Kota punya pilihan untuk menggunakan angkutan umum. "Mau bulan puasa atau tidak pasti macet, makanya satu solusinya adalah peningkatan kualitas angkutan umum. Walaupun sekarang memang lebih baik tapi tetap harus saling berintegrasi," ucapnya.
(whb)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak