alexametrics

Rumah Bahagia ACT Kembangkan Senyum Jaenudin di Parung Panjang Bogor

loading...
Rumah Bahagia ACT Kembangkan Senyum Jaenudin di Parung Panjang Bogor
Seorang lansia bernama Jaenudin begitu gembira ketika disambangi tim Rumah Bahagia ACT untuk melakukan renovasi total rumahnya yang sudah tidak layak huni. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Seorang lansia bernama Jaenudin begitu gembira ketika disambangi tim Rumah Bahagia ACT untuk melakukan renovasi total rumahnya yang sudah tidak layak huni. Tim Rumah Bahagia ACT sendiri emnargetkan pada lebaran Idul Fitri nanti Jaenudin sudah bisa menempati rumah barunya..

Apiko Joko Mulyono dari tim Global Zakat-ACT menjelaskan, program Rumah Bahagia telah merenovasi empat rumah yang tersebar di beberapa lokasi sejak pertama kali program ini diluncurkan. Targetnya ialah mereka yang keadaan ekonominya masih dalam kondisi prasejahtera. “Kami memprioritaskan rumah yang dihuni lansia, fakir, dan miskin, hingga keadaan rumah yang sudah sangat tak layak huni,” jelasnya melalui siaran persnya, Rabu (1/5/2019).

Apiko menambahkan, untuk desain bangunan baru disediakan. Ukurannya akan mengikuti luas tanah yang dimiliki penerima manfaat. Ruangan di dalamnya akan disediakan kamar tidur, kamar mandi, serta ruang tamu.
Rumah Bahagia ACT Kembangkan Senyum Jaenudin di Parung Panjang Bogor

Pada Kamis 25 April 2019 kemarin, tim Rumah Bahagia mengunjungi kediaman Jaenudin, lansia yang tinggal di Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Dalam proses kunjungan tim Global Zakat-ACT melakukan serah terima renovasi rumah. “Melihat kondisi rumahnya, ini akan dibangun ulang karena tak ada fondasi jika hanya direnovasi,” kata Apiko.
Rumah Bahagia ACT Kembangkan Senyum Jaenudin di Parung Panjang Bogor

Sejak tahun 1996, Jae tinggal di Desa Jagabita. Di tahun itu juga rumah yang ditempatinya berdiri. Tak ada renovasi besar selama 23 tahun ini, hanya beberapa kali bagian yang rusak diperbaiki, itu pun menunggu bantuan dari orang lain. “Terakhir dapat bantuan genting biar enggak bocor kalau hujan,” kata Jae.



Di hari itu juga, rumah Jae langsung dibongkar untuk kemudian dilakukan renovasi. Namun, Nur Nurjannatunaim dari tim Global Zakat-ACT menambahkan, keadaan rumah yang sudah memprihatinkan membuat kediaman Jae perlu dibangun ulang. “Kondisi rumah enggak mungkin hanya direnovasi, tak ada fondasinya, jadi kami bangun dari nol lagi di atas lahan yang dimiliki Pak Jae,” ungkap Nur.

Tak hanya rumah Jae, di Jagabita masih terdapat rumah lain yang akan diperbaiki. Proses pembangunan diperkirakan akan memakan waktu maksimal tiga minggu. Harapannya, Jae sudah dapat menempati rumah barunya saat Idul Fitri yang akan jatuh sekitar awal bulan Juni mendatang.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak