alexametrics

Dipicu Sosmed, Remaja Sekarang Gampang Depresi dan Nekat Bunuh Diri

loading...
Dipicu Sosmed, Remaja Sekarang Gampang Depresi dan Nekat Bunuh Diri
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
DEPOK - Kalangan milenial dinilai memiliki kecenderungan semakin mudah depresi dan gangguan mental. Penggunaan sosial media (sosmed) yang berlebihan dianggap menjadi salah satu pemicunya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Program Vokasi Humas UI bersama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) talkshow kesehatan bertemakan Mental and Nutrition Management, Sabtu 27 April 2019.

"Ini harus menjadi cacatan penting bagi kita yang mungkin rekan, kerabat, untuk selalu memberi dukungan positif dalam mencegah terjadinya depresi yang berkepanjangan," ujar Ketua Program Studi Vokasi Humas UI, Devie Rachmawati, di acara tersebut.



Devie membeberkan, baru-baru banyak peristiwa bunuh diri yang dilakukan para remaja di Tanah Air, seperti mahasiswa. Berkaca pada studi di luar negeri, generasi milenial memang memiliki tingkat kecemasan, depresi dan keinginan untuk mengakhiri hidup lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

"Kondisi ini ditengarai karena kompetisi untuk menjadi sempurna di media sosial, yang membuat hidup mereka menjadi lebih tertekan," ucapnya.

Menurut dia, ada efek buruk dari aktivitas bersosial media bagi kesehatan mental remaja dan anak muda. Hal ini berdasar studi yang pernah dilakukan tahun 2014 pada usia 19 hingga 32 tahun yang gemar bermedia sosial, seperti Facebook dan Instagram.

Hasilnya, sekitar 50 persen dari peserta penelitian ini melaporkan mengalami gangguan tidur sebagai efek media sosial yang tidak langsung. "Kurang tidur bisa meningkatkan risiko insomnia, kelelahan, yang berujung pada ketidaksabilan mental," tukasnya.

Di tempat yang sama, dokter psikiatri RSUI dr Fransiska M Kaligis menuturkan, potensi depresi saat ini banyak dialami generasi usia 20 tahunan. Padahal dahulu depresi memicu kalangan usia 40-50 tahunan. Karenanya diperlukan cara yang efektif untuk mencegah potensi depresi.

"Cara mengelola stres dengan konsumsi makanan sehat. Hindari makan yang berlebihan, olahraga 30 menit sehari sebanyak 3-5 kali per minggu, relaksasi, yoga, meditasi, istirahat yang cukup, dukungan dari keluarga dan teman, mengubah sikap dan cara berpikir," katanya.

Ketua Panitia Hospitalk 2019, Fajria Aulina, menuturkan, kegiatan Pengmas ini dirancang dengan dengan tujuan membentuk generasi penerus bangsa yang sehat jiwa dan raga. Karena acara menyasar milennial yang ‘kekinian’, maka kegiatan dikemas dengan fun, salah satunya dengan menghadirkan dokter-dokter muda.

Hospitalk UI 2019 juga akan dilengkapi dengan rangkaian kegiatan tour mengelilingi RSUI atau Hospitour untuk mengenal konstruksi unik rumah sakit yang Instagramable. "RSUI sangat mendukung pengmas ini karena memiliki andil penting terhadap peningkatan kualitas kesehatan millenial di Indonesia.

Keseriusan RSUI dalam mencegah timbulnya risiko penyakit kronis di kalangan milenial juga dilakukan melalui beberapa seminar kesehatan bertemakan millenial. Hal ini juga sebagai salah satu perwujudan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) peduli terhadap kondisi kesehatan penduduk Indonesia di usia produktif.

"Sebagai RSPTN yang baru hadir di Indonesia, RSUI menghadirkan Community Health Service di Klinik Gizi juga merupakan wujud nyata kepedulian RSUI terhadap kesehatan masyarakat sekitar," pungkasnya.
(thm)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak