alexametrics

Dongkrak Penerimaan Pajak Daerah, Pemkot Bogor Gandeng Bukalapak

loading...
Dongkrak Penerimaan Pajak Daerah, Pemkot Bogor Gandeng Bukalapak
Penandatanganan kerjasama dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Pedestrian Kebun Raya Bogor, Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (24/4/2019). Foto/SINDOnews/Haryudi.
A+ A-
BOGOR - Guna mendorong perekonomian dan percepatan pembangunan daerah melalui penguatan penerimaan pajak, Pemkot Bogor menggandeng Bukalapak, Rabu (24/4/2019).

Penandatanganan kerjasama dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Pedestrian Kebun Raya Bogor, Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Dalam perjanjian tersebut masyarakat Kota Bogor menjadi mudah dalam membayar pajak daerah, termasuk pajak bumi dan bangunan (PBB) secara online melalui Bukalapak.



"Selama in penyumbang terbesar PAD Kota Bogor berasal dari pajak. Tahun 2018, total pendapatan pajak Kota Bogor Rp592 miliar sumbang 65 persen total PAD sebesar Rp913 miliar Khusus pajak bumi dan bangunan (PBB) data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menunjukkan rata-rata realisasi penerimaan dalam lima tahun terakhir baru berkisar 68-72 persen dan seluruh potensi yang ada," kata Bima di lokasi.

Ia menjelaskan pembayaran pajak daerah secara online melalui Bukalapak diharapkan dapat membantu memaksimalkan pendapatan daerah melalui dana pajak dan mendorong optimalisasi pembangunan Kota Bogor.

Ia menjelaskan pada tahun lalu, potensi objek PBB di Kota Bogor mencapai 257.465 objek pajak dengan nilai Rp139 miliar, namun realisasi penerimaan PBB hanya 141.280 objek pajak dengan nilai Rp966 miliar artinya, terdapat sekitar Rp427 miliar (30,62 persen) PBB yang belum terbayar.

"Jumlah dana PBB yang tidak masuk ke penerimaan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setiap tahun juga terus meningkat," ungkapnya.

Sementara itu, Founder dan CEO Achmad Zaky menegaskan bahwa kerja sama strategis ini adalah bagian dari komitmen Bukalapak untuk terus mendorong e-government diberbagai daerah.

"Kami memiliki tim Sosial dan Kemasyarakatan mendedikasikan waktu, energi dan pikirannya untuk mengembangkan berbagai inovasi teknologi pintar bagi daerah," katanya.

Ia mengaku siap menduku daerah yang menginginkan adanya saluran yang efektif dan efisien untuk mendorong perekonomian dan pembangunan daerah melalui penguatan penerimaan pajak.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor menargetkan penerimaan tahun 2019 sebesar Rp 23 triliun, nak 15 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp 2 trilun.

Target penerimaan pada 2019 tersebut akan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 944 miliar, Dana Perimbangan Rp1,03 triliun dan Pendapatan Daerah yang sah lainnya Rp365 miliar. Selain pembayaran pajak secara online kerjasama ini juga mencakup peluncuran Program BukaBike di Kota Bogor.

"Melalui program ini Bukalapak akan menyiapkan 10 buah sepeda yang disimpan di Lingkar Luar Kebun Raya Bogor Seluruh sepeda ini diperuntukkan sebagai fasilitas yang dapat digunakan para pengunjung kebun raya," jelasnya.

Jumlah kunjungan wisatawan di Kebun Raya Bogor di hari libur normal (Sabtu-Minggu) mencapai 2.500 orang. Adapun pengunjung pada hari libur nasional seperti Natal dan tahun baru bisa mencapai 5.000 orang per hari.

"Sebagai tempat alternatif untuk keluarga dalam mengisi waktu libur, Kebun Raya Bogor telah memiliki beberapa fasilitas umum seperti mobil wisata, layanan wifi gratis sebagai penunjang wisata. BukaBlke adalah tambahan fasilitas dari Bukalapak yang bertujuan mendorong sektor pariwisata daerah," jelasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak