alexametrics

Jelang Ramadhan, Satpol PP Terus Awasi Tanah Abang dari Serbuan PKL

loading...
Jelang Ramadhan, Satpol PP Terus Awasi Tanah Abang dari Serbuan PKL
Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: dok/SINDOnews/Komaruddin Bagja
A+ A-
JAKARTA - Menjelang Ramadhan, Satpol PP DKI Jakarta terus mengawasi kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dari serbuan pedagang kaki lima (PKL). Untuk meminimalisir bentrokan dengan PKL saat penertiban, Satpol PP DKI melakukan pendekatan humanis.

Kini Satpol PP dalam penertiban menggunakan spanduk dan toa serta berkeliling ke jalan-jalan untuk mengingatkan para PKL agar tidak berjualan di jalan dan trotoar sekitar pasar.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, sekarang Satpol PP memakai pola yang humanis untuk membuat kawasan Tanah Abang menjadi tertib. Kini petugas membawa spanduk keliling dan menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan pada masyarakat tidak boleh berdagang di jalan dan trotoar. (Baca: Trotoar Jati Baru Disterilisasi, 75 Petugas Satpol PP Ikut Berjaga)



"Kami lakukan dengan cara seperti itu tanpa harus benturan fisik," ujar Arifin kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Arifin mengatakan, prinsipnya satpol PP itu menegakkan peraturan daerah. Jadi mereka yang menggunakan tempat-tempat yang dilarang itu seperti Jalan trotoar yang ditempati pedagang tetap kita akan tertibkan. "Skybridge sudah ada Jadi nggak ada alasan lagi jualan di bawah," terangnya. (Baca juga: Tak Dapat Lapak Skybridge, PKL Akui Terpaksa Jualan di Trotoar)

Menurutnya, menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, PKL Tanah Abang biasanya makin banyak, jika ini terjadi kami akan tambah lagi personel.

"Kami berharap muncul kesadaran dari seluruh pihak untuk tetap menjaga kawasan Tanah Abang tetap tertib. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan tempat untuk berdagang," katanya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak