alexametrics

5 Petugas KPPS dan Satu Pengawas Pemilu di Bogor Meninggal Dunia

loading...
5 Petugas KPPS dan Satu Pengawas Pemilu di Bogor Meninggal Dunia
Panitia PPK melakukan penghitungan suara Pemilu 2019 secara manual di Kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Usai pencoblosan, sebanyak lima anggota KPPS di Bogor meninggal duniaFoto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
BOGOR - Lima hari pasca-pemungutan suara, sebanyak lima petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) dan satu pengawas TPS di Kota dan Kabupaten Bogor meninggal dunia usai penghitungan suara.

Informasi dihimpun menyebutkan empat di Kabupaten Bogor yang terdiri dari tiga petugas KPPS dan satu pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sedangkan di Kota Bogor hanya dua petugas KPPS.

Terakhir korban meninggal akibat kelelahan pasca-penghitungan suara yakni Anwar Sofyan, Ketua KPPS 75 Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor. Dia meninggal dunia di kediamannya Perumahan Vila Citra Bantarjati, Gandaria RT 3/13, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (23/04/2019).



Satu hari sebelumnya, Rasty Miranda (24), petugas KPPS 31 Kutajaya, Bondongan, Bogor Selatan, Kota Bogor juga meninggal dunia. Sementara belasan lainnya, baik di Kota maupun Kabupaten Bogor saat ini menjalani perawatan di masing-masing rumah sakit.(Baca: 3 Petugas KPPS di Banten Meninggal Saat Bertugas, Belasan Jatuh Sakit)

Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Herry Setiawan mengatakan, sebagai upaya antisipasi semakin banyaknya petugas yang sakit pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor guna menyediakan petugas medis di setiap Kecamatan."Alhamdulillah Pemkab Bogor telah merespons beratnya tugas KPPS dengan menyiapkan tenaga medis di 40 kecamatan dan memeriksa kondisi kesehatan para penyelenggara, baik PPK dan PPS yang saat ini sedang rekapitulasi suara di kecamatan," kata Herry pada Selasa siang.

KPU Kabupaten Bogor juga telah kordinasi dengan KPU pusat terkait santunan yang akan diberikan kepada para petugas KPPS yang meninggal. "Kabarnya satu orang yang meninggal akan diberikan santunan Rp36 juta dari KPU RI, sedangkan dari Pemkab juga informasinya akan memberikan juga, hanya saya tidak berapa jumlahnya," ungkapnya.(Baca: Total Sudah 91 Petugas KPPS yang Meninggal Dunia)

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin membenarkan hingga saat ini petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak dua orang. "Sedangkan untuk yang sakit sebanyak tujuh orang, mereka masing-masing di rawat di sejumlah rumah sakit terdekat," katanya.

Dia melanjutkan, proses pleno rekapitulasi suara masih akan berjalan di tingkat kecamatan. Menurutnya, untuk menghindari risiko serupa, KPU Kota Bogor sudah menyiapkan tenaga medis dan ambulans di setiap KPPS dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

"Petugas ada tiga orang, jadi kalau ada satu yang sakit masih ada dua orang,” ujarnya.(Baca: 91 Anggota KPPS Meninggal, Perindo: Evaluasi Pemilu Serentak)

Dia menegaskan, penghitungan suara merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, ia berharap agar petugas bisa menjaga kesehatan dan kondisinya. Terkait biaya tanggungan bagi korban meninggal ataupun yang dirawat di rumah sakit, pihaknya masih akan berkordinasi dengan Pemkot Bogor.

"Jika berkaca pada pemilu 2014, tidak ada asuransi untuk petugas. Namun, melihat kondisi saat ini, diharpkan ada solusi bagi KPPS. Belum ada arahan, sementara ini masih diminta untuk mendata saja," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak