alexametrics

Dua Trayek Angkutan Umum di Bekasi Gunakan Aplikasi Online

loading...
Dua Trayek Angkutan Umum di Bekasi Gunakan Aplikasi Online
Angkutan umum yang ada di Jakarta.Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Masyarakat Bekasi kini hanya cukup berjalan 300-500 meter untuk mendapatkan layanan angkutan umum. Penggunaan aplikasi mampu tingkatkan layanan angkutan umum hingga ke pemukiman.

Adalah angkutan Kota (Angkot) K 11A Perumahan Rawalumbu–Rawa Panjang-Terminal Bekasi dan Angkot K 11B Perumahan Narogong-Rawa Panjang yang telah melayani dengan jarak 300-500 meter dari pemukiman warga. Sejak 10 April 2019 lalu, angkot tersebut telah terpasang aplikasi Tron

Tron adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk memanggil angkot tanpa perlu berjalan jauh. CEO TRON, David Santoso mengatakan, hingga saat ini sedikitnya sudah ada sebanyak 20 unit angkot K 11A dan K 11B yang beraplikasi.



Berbeda dengan aplikasi Angkutan online yang marak belakangan ini menjadikan kendaraan pribadi sebagai angkutan umum, Tron justru menyasar kepada Angkot yang jelas memiliki aturan hukum sebagai angkutan umum.
"Masyarakat dapat lebih mudah naik angkot karena tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mencari angkot,” kata David Santoso di Jakarta Pusat, kemarin.

David menjelaskan, layanan angkot online dalam aplikasi TRON merupakan hasil kerja sama PT Tron dengan VIA yang bertindak sebagai perusahaan penyedia solusi ride sharing. Dimana, angkot bisa masuk dalam zonasi permukiman sesuai rute yang dimiliki. Zonasi rute itu sendiri sudah dimiliki oleh angkot sesuai izin yang dimiliki.

Tron, kata David, hanya mencari lokasi titik antarjemput yang diusulkan ke Dinas Perhubungan daerah setempat untuk diminta persetujuannya. Untuk rute Angkot K11 A dan B, sedikitnya telah ditetapkan 400 titik halte virtual yang menjadi titik antar jemput, terpenting jangan sampai mengganggu kendaraan lain.

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan menyambut baik penggunaan aplikasi Tron dalam angkutan umum resmi. Menurutnya, hal itu mampu tingkatkan pelayanan angkutan umum dan menjadi feeder yang optimal.

Seharusnya, Pemprov DKI dengan program Jak Lingko-nya mengadopsi penggunaan aplikasi ini untuk mewujudkan tujuan melayani hingga ke pemukiman. Sebab, kata dia, Jak Lingko yang mengedepankan penggunaan kartu pembayaran elektronik memiliki kelemahan bahwa tidak semua masyarakat memilikinya.

"Kalau pengguna tidak punya kartu Jak Lingko, apa bisa naik? Kalau pakai aplikasi, semua sekarang sudah melek teknologi," pungkasnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak