alexametrics

Longsor, Pemkot Bekasi Tutup Sementara TPA Sumur Batu

loading...
Longsor, Pemkot Bekasi Tutup Sementara TPA Sumur Batu
Akses jalan menuju TPST Bantar Gebang tergenang air akibat luapan Kali Asem pasca-longsornya TPA Sumur Batu milik Pemkot Bekasi.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A+ A-
BEKASI - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi kembali mengalami longsor, Senin (8/4/2019) malam. Akibat kejadian itu, aliran Kali Asem meluap ke badan jalan dan menutup akses operasional Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang milik DKI Jakarta.

Dalam peristiwa ini bahkan satu unit truk pengangkut sampah milik DKI Jakarta terguling saat hendak menurunkan muatan. Selain itu, IPAS 2 TPST Bantar Gebang mengalami kerusakan yang menyebabkan air Kali Asem meluap ke permukiman warga dan menutup aliran Kali asem sehingga meluap ke jalan dan merobohkan pagar pembatas.

Alhasil, kejadian itu membuat Zona III Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi terpaksa ditutup sementara. Sebab zona tersebut mengalami longsor dan sampahnya menyumbat aliran Kali Asem sehingga airnya meluap ke lintasan truk sampah yang sedang menurunkan sampah ke TPA tersebut.



Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Sumur Batu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Masropah mengatakan, pemerintah menutup sementara layanan di zona III dialihkan ke zona V.”Karena insiden itu terpaksa zona III tidak dioperasikan, dan semua pembuangan sampah ke zona V,” kata Masropah pada Selasa (9/4/2019).

Untuk diketahui total luas TPA Sumur Batu mencapai 21,5 hektare yang terdiri dari enam zona. Keenam zona itu adalah zona I, II, III, IV, Va, Vb, Vc, Vd dan VIa. Dari enam zona itu pihaknya hanya membuka zona III untuk menampung sampah masyarakat Kota Bekasi yang masuk sebanyak 700-800 ton per hari.

Sedangkan zona I dan II telah dinyatakan penuh, sehingga tidak dimungkinkan untuk dibuka. Kemudian zona IV, V dan VI telah ditutup menggunakan pelapis geomembran. Dari tiga zona yang telah ditutup geomembran, kata dia, hanya zona V yang dimungkinan untuk dibuka untuk menampung sampah warga Kota Bekasi.

Masropah memastikan genangan air setinggi 5-15 sentimeter di sekitar zona III tidak berdampak pada proses bongkar muatan sampah. Selain titik pembuangan sampah dialihkan ke zona V, lintasan yang digenangi air juga bukan satu-satunya akses untuk membongkar muatan sampah ke TPA Sumurbatu.

”Proses bongkar muatan sampah tetap berjalan, tidak ada kendala. Selain genangannya rendah, titik genangan juga bukan satu-satunya akses truk untuk bongkar muatan,” ungkapnya. Bahkan, dia mengklaim Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) di setiap zona juga masih berfungsi dan saluran di zona III memang belum ada.

Masropah berjanji akan membuat saluran air di zona III di wilayah setempat. Selain karena longsor, ketiadaan saluran air di zona III dituding menjadi salah satu penyebab genangan air di lintasan truk sampah di TPA Sumurbatu hingga TPST Bantargebang.”Dalam waktu dekat kita buat saluran dan merapihkan tumpukan sampah di zona III,” jelasnya.

Masropah mengungkapkan, sebetulnya longsor di zona III TPA Sumur Batu juga disebabkan oleh cuaca. Pada Senin, April petang hingga malam hari, kata dia, intensitas hujan saat itu di wilayah setempat sangat tinggi sehingga tumpukan sampah berangsur longsor ke bawah. Sehingga, ada faktor alam yang melongsorkan tumpukan sampah itu.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah menyediakan enam ekskavator untuk merapihkan kembali ceceran sampah. Kata dia, perlu waktu selama beberapa hari untuk merapihkan kembali tumpukan sampah itu menjadi gunungan sampah.”Penanganan dilokasi sudah dilakukan sejak Senin pagi, sudah bisa dilintasi truk sampah,” tegasnya.

Sementara warga bernama Wandi, 49, mengatakan, sampah menyumbat Kali Asem karena zona III di TPA Sumur Batu mengalami longsor. Tumpukan sampah setinggi 15 meter lebih itu longsor akibat diguyur hujan yang sangat lebat dari Senin petang hingga malam hari.

”Genangan sudah terjadi sejak malam hari, dan sampai pagi ini lintasan truk di TPA maupun TPST Bantargebang masih tergenang,” kata warga Kampung Cikiwul RT 05/04, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi ini. Apalagi, posisi TPA Sumur Batu milik Kota Bekasi memang bersebelahan dengan TPST Bantar Gebang milik DKI Jakarta.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak