alexametrics

Kurangi Sampah, Sudin LH Jakbar Wacanakan Tukar Sampah Dapat Emas

loading...
Kurangi Sampah, Sudin LH Jakbar Wacanakan Tukar Sampah Dapat Emas
Gerobak sampah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) mempunyai trik guna mengurangi sampah di wilayahnya. Pemkot mewacanakan sampah-sampah itu bisa ditukarkan dengan emas.

Bahkan, untuk memuluskan rencananya itu, Sudin LH Jakbar bakal berkoordinasi dengan pegadaian. Pola penukaran sampah sudah dilakukan, mulai dari menukar dengan uang tunai, uang eloktronik, hingga listrik.

"Intinya kita mencoba mengurangi sampah. Kita upayakan berbagai langkah. Salah satunya menukarkan sampah dengan kebutuhan masyarakat," kata Kasudin LH Jakarta Barat, Edy Mulyanto, Senin (8/4/2019).



Di Jakarta Barat, Edy menjelaskan, sejak bank sampah dibuka Agustus 2017, pendapatan bank sampah di Jakarta Barat hingga Maret 2019 sudah mencapai Rp7,6 miliar.

Termasuk dengan pengurangan sampah, Edi mencatat sejak Januari-Februari 2019, volume sampah di Jakarta Barat berkurang 25 persen dari total 39 ribu ton sebulan. Jumlah ini alami pengurangan 20 persen di bulan Maret 2019.

"Mungkin karena ada banyak lokasi kebakaran. Mungkin volume bank sampahnya berkurang," ucapnya.

Edy mencatat miliaran uang itu didapat dari 648 unit bank sampah yang tersebar di delapan Kecamatan dan 56 kelurahan. Terhadap jumlah itu, Edi mengakui pihaknya akan menambah jumlah unit bank sampah.

Hal ini selaras dengan upaya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menerbitkan Ingub 124 tahun 2019 tentang Kegiatan Strategis Daerah (KSD), dalam ingub itu, Pemprov DKI mengupayakan betul pengurangan sampah dari hilir dan hulu. Target 17 persen sampah berkurang setiap bulannya.

"Salah satunya dengan mengurangi plastik di ritel. Kami masih mensosialisasikan program itu," ucapnya.

Kondisi berbeda terjadi Jakarta Utara, penukaran sampah dengan emas telah dilakukan di Bank Sampah Wijaya Kusuma, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau mengatakan, bank sampah ini merubah konotasi sampah pada masyarakat. Ia berharap dengan cara itu, warga semakin memperhatikan sampah yang bernilai investasi. Mereka kemudian menggandeng PT Pegadaian Persero.

"Ini salah satu upaya mengurangi sampah dari sumbernya, yakni dari rumah tangga. Ini sangat bagus, bayangkan saja, sampah bisa jadi emas," kata Syamsuddin.

Syamsuddin melanjutkan, keberadaan bank sampah mampu membuat volume sampah dari Jakarta Utara alami penurunan sebanyak 12,27 persen atau 135 ton per hari.

Dalam penukuran sampah emas, Syamsuddin mengatakan hanya sampah anorganik yang dapat diinvestasikan berupa emas. Sedangkan sampah organik diupayakan untuk komposting yang juga dikelola di bank sampah tersebut.

Untuk pendaftaran awal, nantinya masyarakat hanya dapat membawa sampah anorganik senilai Rp 6 ribu dari hasil penimbangan sesuai kategori yang sudah ditentukan. Pencetakan atau penukaran emas dapat dilakukan nasabah Jika rekening sudah mencapai konversi lima gram emas.

"Program ini tidak hanya untuk masyarakat setempat saja. Bisa juga untuk masyarakat sekitarnya. Kedepan kita akan perbanyak program ini di bank sampah lainnya. Pendataan sedang kita lakukan," tutupnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak