alexametrics

Tangsel City Run and Fun Bike Ricuh, Kadis Pariwisata Bakal Diperiksa

loading...
Tangsel City Run and Fun Bike Ricuh, Kadis Pariwisata Bakal Diperiksa
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho Hadi (tengah).Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Satreskrim Polres Tangsel akan memeriksa Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Judianto terkait kericuhan event "Tangsel City Run and Fun Bike". Diduga panitia penyelenggara melakukan praktik kecurangan soal kupon undian berhadiah.

"Dia (Kepala Dinas) wakil pemerintah yang membidangi hal tersebut. Kita akan coba lihat keterangan apa yang bisa diberikan," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho Hadi pada Senin (1/4/2019). Namun belum diketahui kapan Kadis Pariwisata Judianto akan dipanggil ke Mapolres Tangsel.

Hingga saat ini, sejumlah saksi baik dari peserta dan panitia penyelenggara juga telah dimintai keterangan sejak Minggu 31 Maret 2019, kemarin."Sudah dari kemarin (pemeriksaan). Indikasi kuat bahwa EO (Event Organizer) acara tidak profesional, sehingga beberapa segmen acara tidak berjalan sesuai dengan rencana yang seharusnya," ujar Alex.



Kegiatan Tangsel City Run and Fun Bike berakhir ricuh. Ribuan pesertanya menuding, jika panitia penyelengggara memberikan kupon undian bodong. Padahal untuk mengikuti kegiatan itu, tiap peserta diharuskan membayar biaya registrasi sebesar Rp50.000.(Baca: Tangsel City Run and Fun Bike Ricuh karena Undian Bodong)

Kegiatan Tangsel City Run and Fun Bike berlangsung di South City, Jalan Diamond Ring Road Raya, Pondok Cabe Udik, Pamulang, kemarin. Pesertanya yang terdata mencapai sekira 8.000 orang. Wali Kota Airin Rachmi Diany beserta jajaran Dispar Tangsel turut berada di lokasi membuka acara.

Namun persoalan pun muncul diakhir kegiatan, ribuan peserta yang sudah lelah dengan peluh di sekujur tubuh berkumpul di depan panggung utama. Dengan harapan, mereka bisa beruntung mendapatkan hadiah doorprize yang akan diundikan oleh panitia penyelenggara.

Kericuhan diawali saat panitia menyebutkan sejumlah nomor kupon pemenang undian di atas panggung. Namun dari nomor-nomor itu, tak ada satu pun yang merupakan milik peserta. Karena curiga, hal tersebut ditanyakan langsung ke panitia.

Situasi semakin memanas, saat peserta meyakini bahwa kupon doorprize yang dibagikan adalah kupon bodong. Sementara beberapa nomor kupon yang mendapat hadiah doorprize itu tak dibagikan, melainkan dipisahkan dan disimpan oleh panita.

Situasi sempat tak terkendali, sejumlah peserta berupaya merangsek masuk ke atas panggung. Sebagian lainnya melempari panitia dengan kemasan air mineral. Beruntung Kapolsek Pamulang, Kompol Endang Sukmawijaya, dibantu petinggi kepolisian lainnya berhasil melerai dan menengahi emosi massa.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak