alexametrics

Dishub Bekasi Buka Pendaftaran Mudik Lebaran Gratis, Tersedia 120 Bus

loading...
Dishub Bekasi Buka Pendaftaran Mudik Lebaran Gratis, Tersedia 120 Bus
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
BEKASI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi membuka pendaftaran program mudik gratis bagi warganya yang ingin pulang kampung saat Lebaran 2019 mendatang. Armada mudik gratis yang disiapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan acara serupa yang digelar tahun lalu.

Kepala Dishub Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan, tahun ini program mudik gratis yang diselenggarakan Kemenhub menyertakan Kota Bekasi sebagai lokasi pemberangkatan pemudik. "Tahun lalu program mudik gratis dari kementerian pemberangkatannya di Kabupaten Bekasi, tahun ini di Kota Bekasi, sebanyak 80 bus," ujarnya, Minggu (31/3/2019)

Selain dari Kemenhub, kata dia, dalam mudik gratis ini juga disiapkan 40 bus lain dari program mudik gratis Dinas Perhubungan Jawa Barat. Jadi total tersedia 120 bus untuk program mudik Lebaran gratis tahun ini. Pendaftaran program mudik gratis tersebut sama-sama bertempat di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Jalan Pangeran Jayakarta, Kecamatan Medan Satria. "Pendafataranya masih dibuka hingga kini," ujarnya.



Menurut dia, untuk program mudik gratis yang diselenggarakan Dishub Jabar masing-masing berkapasitas 44 penumpang. Bus terbagi dalam dua rute, yakni 25 unit tujuan Solo dan 15 sisanya ke arah Yogyakarta. Bus tujuan Solo melintasi Pekalongan, Semarang, dan Boyolali.

Adapun bus tujuan Yogyakarta melalui Tegal, Bumiayu, Purwokerto, Banyumas, Kebumen, Purworejo, dan Wates. Bahkan, pemudik bisa turun di kota-kota yang dilintasi, tidak harus semua turun di pemberhentian akhir. Untuk itu, warga yang berminat mengikuti program ini diharuskan mendaftar terlebih dulu dengan menyerahkan foto kopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).

KTP warga mana pun bisa difasilitasi mendaftar program ini. Namun jika bukan merupakan warga Kota Bekasi, pendaftar harus menyertakan pula keterangan domisili tempat tinggalnya di Kota Bekasi. Setelah terdaftar, warga akan menerima formulir resi sementara yang nantinya ditukarkan dengan tiket saat pendaftaran ulang.

"Untuk program dari Dishub Jabar, tidak ada pembatasan jumlah penumpang yang akan didaftarkan. Semua yang terdata dalam Kartu Keluarga diperbolehkan mendaftar program ini," jelasnya.

Program kedua yang bisa juga dimanfaatkan adalah mudik gratis yang diselenggarakan Kemenhub. Tersedia 80 bus untuk mengangkut penumpang ke lokasi tujuan yang lebih banyak, yakni kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Sumatera. "Kami juga ada program mudik berikut mengangkut gratis pula sepeda motornya, tapi dengan kota tujuan yang lebih sedikit," paparnya.

Kota tujuan mudik gratis berikut sepeda motor adalah Slawi, Semarang, Solo, Wonogiri, Wonosari, Yogyakarta, Magelang, Kebumen, dan Purwokerto. Pendaftaran program ini sedikit berbeda, karena peminatnya diharuskan mendaftar terlebih dulu secara daring melalui laman mudikgratis.dephub.go.id.

Jika telah terdaftar, baru melakukan verifikasi di booth Kemenhub di Kantor Dishub Kota Bekasi. "Bukti daftar 'online' diserahkan berikut kopi KK, KTP juga SIM dan STNK jika berminat mengikuti program yang mengangkut serta sepeda motor. Setelah diverifikasi, pendaftar akan kami berikan tiket," jelasnya.

Pelaksana tugas Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bekasi Ikhwanudin Rahmat menambahkan, satu Nomor Induk Kependudukan hanya berlaku untuk mendaftarkan maksimal empat pemudik. Jika dalam sebuah keluarga ada lebih dari empat anggota, maka harus lebih dari seorang yang mendaftar.

Sama halnya dengan program mudik gratis dari Dishub Jabar, program mudik gratis Kemenhub juga dibuka hingga kuota habis. Lalu pemberangkatannya pun sama-sama dilakukan pada Sabtu (1/6/2019) melalui Summarecon Bekasi. "Jadi warga Bekasi yang ingin mengikuti, silahkan datang langsung mendaftar," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak