alexametrics

Anies dan Ketua DPRD Sepakati Tarif MRT dan LRT Rp1.000 per Km

loading...
Anies dan Ketua DPRD Sepakati Tarif MRT dan LRT Rp1.000 per Km
Pemprov DKI Jakarta dan DPRD akhirnya menemukan kata sepakat terkait harga tiket MRT dan LRT. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan DPRD akhirnya menemukan kata sepakat terkait harga tiket Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT). Tarif kedua moda transportasi massal berbasis rel itu disepakati Rp1.000 per kilometer (km), atau sesuai usulan
Pemprov DKI sebelumnya.

Besaran tarif MRT dan LRT itu disepakati setelah Gubernur Anies Baswedan menemui Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di ruanganya, Selasa (26/3/2019). (Baca: DPRD DKI Sepakati Tarif MRT Rp8.500 dan LRT Rp5.000)

"Tadi diskusi dengan Gubernur Anies. Saya menjelaskan kenapa kok kemarin saya putuskan Rp8.500 (tarif MRT). Saya menghitung kalau ini dibelah tengah, ini sama. Sekarang kan orang naik pertama Rp3.000, kalau dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI total Rp14.000. Kalau di belah tengah sama saja Rp8.500. Penyampaiannya yang salah kemarin itu," ujar Prasetyo di Gedung DPRD.



Sebelum bertemu dengan Prasetyo, Gubernur Anies menyatakan bahwa keputusan tarif MRT sebesar Rp8.500 dan LRT Rp5.000 bermuatan politis jelang Pemilu 17 April mendatang. Sebab, penghitungan tarif MRT dan LRT tidak bisa dilakukan menyeluruh, harus sesuai jarak. (Baca juga: Anies Tak Sepakat dengan DPRD DKI Soal Tarif MRT Rp8.500)

"Harga yang ditentukan hari ini akan menentukan harga puluhan tahun ke depan, sekali ditetapkan dia akan menjadi rujukan untuk waktu yang sangat panjang. Karena itu, jangan menentukan harga mikir 17 April, jangan. Jangan menentukan harga, mikir kepuasan hari ini. Ini menentukan harga untuk moda transportasi umum terpadu jangka panjang," sebut Anies.

Anies pun bersyukur penjelasan soal tarif dalam diskusi di ruang Ketua DPRD diterima dan disepakati sesuai apa yang diusulkan Pemprov DKl, yakni Rp1.000 per kilometer. Apalagi hitungan tarif MRT yang diusulkan itu lebih murah ketimbang tarif ojek online yang ditetapkan Rp 2.000 per kilometer.

"Bayangkan, naik ojek dari Bundaran HI sampai Lebak Bulus itu Rp30.000 lebih sekarang. Nah, kami ingin lebih murah supaya orang mau naik kendaraan umum, tapi harga yang murahnya harus lebih murah daripada ojek. Tetapi dengan perhitungan yang lebih matang untuk jangka panjang," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak