alexametrics

Tangerang Selatan Bersiap Menuju Kota Sehat Nasional

loading...
Tangerang Selatan Bersiap Menuju Kota Sehat Nasional
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany memimpin rapat persiapan mengikuti lomba Kota Sehat Nasional 2019, Senin (25/3/2019). Foto: KORAN SINDO/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi wakil Provinsi Banten untuk mengikuti lomba Kota Sehat Nasional 2019 kategori Wisata. Tangsel kini bersiap menyandang predikat Kota Sehat Nasional setelah sebelumnya mendapat penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Padapa dari Kemenkes dan dua penghargaan kota sehat se Provinsi Banten.

Menurut Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, penghargaan kota sehat harus menjadi motivasi untuk mendorong Tangsel semakin lebih baik, dan lebih sehat lagi. "Beberapa tahapan sudah kita lalui, tetapi yang harus diketahui, penghargaan itu hanya sebagai motivasi untuk kita semakin mewujudkan Tangsel sebagai kota sehat," ujar Airin saat rapat persiapan mengikuti lomba Kota Sehat Nasional 2019, Senin (25/3/2019).

Menurut Airin, harus ada inovasi baru yang dilahirkan untuk mewujudkan Tangsel kota sehat. Dan banyak inovasi muncul yang datang dari masyarakat langsung. "Harus ada terobosan dan inovasi baru di bidang kesehatan. Seperti kader jumantik, itu usulan dari RW. Kebetulan, RW tersebut kerjanya di Kementerian Kesehatan yang punya disiplin keilmuan baik," jelasnya.



Untuk mewujudkan kota yang sehat, kata Airin, harus ada dukungan dari segenap lapisan masyarakat, dan juga dari perusahaan swasta yang selama ini belum maksimal. "Pekerjaan rumah (PR) saya saat ini adalah swasta. Mendorong pihak swasta untuk lebih peduli terhadap lingkungan masyarakatnya. Jadi rapat kita bukan hanya menyiapkan verifikasi saja," ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, gerakan masyarakat hidup sehat bisa dimulai dari makan buah, cek kesehatan, dan lain-lain. Tantangan terbesarnya memang mengajak masyarakat untuk hidup sehat.

"Tangsel siap menuju kota sehat tingkat nasional. Semua sudah berjalan, meski ada sejumlah hal yang harus diperbaiki lagi, menjadi tantangan terberat kami. Saya rasa itu sudah semuanya saat ini," tukasnya.

Untuk menuju kota sehat tingkat nasional wisata 2019, harus memenuhi 6 tatanan yang telah ditentukan oleh Kemenkes. "Masing-masing tatanan itu memiliki liding sektornya sendiri. Ada Dinas Sosial, PU, Dinkes, Dindik, Indag, dan Pariwisata. Jadi ini lintas sektoral. Makanya, ini bukan tanggung jawab Dinkes sendiri," ungkapnya.

Indikator kota sehat di Tangsel terealisasi dengan adanya kawasan tanpa rokok. Meski masih belum maksimal, namun ini menjadi penilaian. "Kawasan tanpa rokok itu yang menjadi penilaian. Itu sudah berjalan dari 2017 dan ada perdanya. Ada tujuh kawasan yang menjadi kawasan tidak boleh merokok dan itu ada sanksi tegasnya," katanya.

Pihaknya akan menggencarkan lagi kebijakan kawasan tanpa rokok itu. Bukan hanya karena ada penilaian kota sehat nasional, tapi untuk kesehatan warga. "Di kawasan perkantoran, tempat ibadah, tempat bermain anak, sekolah, sarana umum, dan kendaraan umum itu dilarang merokok, dan ada sanksinya. Perda itu kita yang menginisiasinya," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak