alexametrics

Bupati Ade Yasin Janjikan 2021 Tidak Ada Lagi Sekolah Rusak di Bogor

loading...
Bupati Ade Yasin Janjikan 2021 Tidak Ada Lagi Sekolah Rusak di Bogor
Seorang guru memindahkan buku-buku di ruang kelas yang ambruk di salah satu sekolah di Kabupaten Bogor. Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan pada 2021 tidak ada lagi ruang kelas atau bangunan sekolah rusak. Hal tersebut dijanjikan Bupati Bogor Ade Yasin di hadapan masyarakat Ciampea, Kamis (21/3/2019).

Ade Yasin menegaskan, tidak ada alasan lagi infrastruktur sekolah yang tersebar di 40 kecamatan mengalami kerusakan. Pada 2021, kondisi seluruh sekolah harus layak dipergunakan oleh anak didik atau siswa-siswi. "Yang jelas pada 2021 jangan ada seolah atau bangunan rusak. Semua yang kini dalam kondisi rusak harus sudah diperbaiki," ujarnya.

Unuk mewujudkan target itu, pihaknya akan memprioritaskan pengalokasian anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) membangun ruang kelas baru, merevitalisasi infrastruktur sekolah dan lainnya. (Baca juga: Dibangun Tahun 1970-an, Ribuan Gedung SDN di Bogor Sebagian Besar Rusak)



Menurut Ade Yasin, membenahi ruang kelas dan insfrastruktur sekolah selain untuk memberikan kenyamanan, juga untuk memberikan stimulasi kepada para siswa tingkat SD maupun SMP. "Bagaimana mereka bisa nyaman dan semangat dalam belajar kalau bangunan kelasnya mengalami rusak berat, sedang atau ringan? Sehingga membangun RKB (ruang kelas baru) dan merevitalisasi insfrastruktur sekolah menjadi suatu keharusan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor TB Luthfie Syam mengatakan, tidak menutup kemungkinan pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi sekolah rusak sewaktu-waktu bisa bertambah. Sebab jumlahnya belum termasuk yang akan dikerjakan oleh pemerintah pusat lewat APBN atau yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Anggaran yang sudah kami petakan itu baru dari APBD, kemungkinan bisa bertambah. Karena pemerintah pusat juga punya data soal sekolah rusak, jadi bisa turun langsung dan dipastikan tidak akan tumpang tindih dengan Pemkab," tukasnya. (Baca juga: Rehab 221 Sekolah Rusak, Pemprov DKI Gelontorkan Rp1,74 Triliun)

Berdasarkan data Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, tahun ini Pemkab Bogor akan membangun ruang kelas baru sebanyak 173 SDN dan 32 SMPN dengan biaya sekitar Rp101 miliar yang bersumber dari APBD. "Biaya tersebut dianggap membengkak dan terlampau mahal dari apa yang sudah diasumsikan sebelumnya," kata Direktur Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah.

Ia mencatat, hingga 2017, sebanyak 6.265 ruang kelas SD dan SMP di Bumi Tegar Beriman dengan kondisi rusak. Bukan hanya ruang kelas, sebanyak 68 sekolah masih belum memiliki perpustakaan, dan 632 sekolah sudah memiliki namun kondisinya rusak. "Khusus fasilitas toilet, hampir setiap sekolah sudah memiliki. Tapi, 3.222 toilet di antaranya mengalami rusak ringan dan sedang, serta 578 toilet lainnya rusak berat," ungkapnya.

Berdasarkan hitungannya, untuk memperbaiki satu ruang kelas SMP hanya membutuhkan dana sekitar Rp90 juta. Kemudian untuk membangun satu perpustakaan berdasarkan estimasinya membutuhkan Rp296 juta. Sedangkan untuk membangun satu toilet baru, membutuhkan biaya Rp48 juta. (Baca juga: Banyak Sekolah Rusak, Bupati Bogor: Penanganan Bertahap)

Namun, oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor anggarannya dinilai membengkak. "Terbukti, dari rencana kegiatan pada tahun 2019, untuk memperbaiki satu ruang kelas SMP, Pemkab Bogor menganggarkan sekitar Rp340 juta. Untuk membangun satu perpustakaan, Disdik menganggarkan biaya sekitar Rp325 juta. Sedangkan untuk membangun satu toilet dianggarkan sekitar Rp140 juta. Jelas boros sekali," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak