alexametrics

Pembajakan Tangki Pertamina, Lima Orang Dijadikan Tersangka

loading...
Pembajakan Tangki Pertamina, Lima Orang Dijadikan Tersangka
Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Polda Metro Jaya tetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus pembajakan dua mobil tangki Pertamina. Sedangkan dua orang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jakarta Utara.

"Jadi ada lima tersangka, NAS (39), MR (35), TK (44), WH (26), dan AM (37). Mereka dikenakan Pasal 365 KUHP, 368 KUHP, 335 KUHP, dan 170 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, NAS berperan menjabat ketua serikat pekerja awak mobil tangki dan sebagai koordinator, MR dan TK mengambil alih mobil, sedang WH serta AM menyetop mobil. Adapun dua mobil tangki itu dibajak di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Yos Sudarso, Depan Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan di putaran Podomoro, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.



"Dua mobil itu dihadang para pelaku menggunakan mobil dan motor, diambil alih secara paksa lalu dibawa ke Monas, Jakarta Pusat untuk dijadikan alat peraga demontrasi sekelompok orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki," tuturnya.

Dia menerangkan, dua mobil yang berisi BBM itu hendak mendistribusikan solar ke Tol Merak dan Tol Jagorawi.Selain lima orang itu, masih ada 12 orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus pembajakan itu, yang mana masih dicari keberadaannya.

Selain itu, tambahnya, polisi hingga kini tengah memeriksa lima orang lainnya, yang statusnya masih sebagai saksi atau belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini ada 5 orang (lagi) sedang kita periksa. Nanti kita akan ketahui peran mereka apakah ikut melakukan pidana ini atau bagaimana setelah selesai pemeriksaan, saat ini (statusnya) belum kita tetapkan," katanya.
(mhd)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak